Inspirasi Sehat
Trombosit VS Leukosit, Bedanya Apa?
Mon, 5 Jan 2026Trombosit dan Leukosit: Dua Indikator Penting Sistem Pertahanan Tubuh
Saat menerima hasil pemeriksaan darah, banyak orang langsung fokus pada angka tanpa benar-benar memahami artinya. Padahal, trombosit dan leukosit adalah dua komponen utama yang mencerminkan kondisi pertahanan tubuh secara keseluruhan.
Trombosit berfungsi membantu proses pembekuan darah untuk mencegah perdarahan saat tubuh mengalami luka. Jumlah trombosit yang terlalu rendah dapat meningkatkan risiko perdarahan dan sering dikaitkan dengan kondisi seperti Demam Berdarah Dengue. Sebaliknya, kadar trombosit yang terlalu tinggi juga perlu diwaspadai karena berisiko menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.
Sementara itu, leukosit atau sel darah putih berperan sebagai sistem pertahanan tubuh dalam melawan infeksi. Peningkatan jumlah leukosit umumnya menandakan tubuh sedang merespons infeksi, terutama akibat bakteri. Sebaliknya, jumlah leukosit yang rendah dapat menunjukkan daya tahan tubuh yang melemah atau kondisi kekurangan nutrisi tertentu.
Untuk memantau kondisi ini, pemeriksaan Darah Lengkap (Complete Blood Count) menjadi langkah awal yang praktis dan informatif. Pemeriksaan ini tidak memerlukan puasa dan hanya menggunakan sampel darah vena dari lengan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan nilai abnormal yang disertai keluhan seperti demam berkepanjangan, penurunan berat badan drastis, atau perdarahan spontan, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis dan menghindari diagnosis mandiri.
