Inspirasi Sehat

Tips Belajar Anti Burnout

Tue, 28 Apr 2026

Konten Artikel: Sering merasa otak mendadak "nge-lag" atau susah fokus setelah belajar berjam-jam tanpa henti? Tenang, itu bukan tanda kalian malas atau kurang pintar. Itu adalah cara tubuh memberi kode bahwa energi kognitif sedang berada di titik nadir. Fenomena ini berkaitan erat dengan siklus biologis alami manusia yang disebut Ritme Ultradian.

Berbeda dengan ritme sirkadian yang mengatur siklus tidur-bangun 24 jam, ritme ultradian adalah siklus naik-turunnya energi tubuh yang terjadi berulang kali setiap hari, khususnya saat kita terjaga. Menurut penelitian tentang Basic Rest-Activity Cycle (BRAC), otak manusia hanya mampu mempertahankan fokus optimal selama 90 hingga 120 menit. Setelah durasi tersebut, otak secara alami butuh fase istirahat atau pemulihan (trough) selama kurang lebih 20 menit.

Memaksakan diri belajar atau bekerja saat fase energi sedang turun (setelah 90 menit) justru tidak efektif. Akibatnya, kalian hanya menatap buku tanpa memahami isinya, mudah terdistraksi, dan berujung pada kelelahan mental atau burnout.

Bagi pelajar, menerapkan prinsip ultradian bisa menjadi game changer. Caranya mudah: atur sesi belajar intensif selama 90 menit, lalu wajib berhenti total selama 20 menit. Gunakan waktu jeda ini untuk benar-benar lepas dari materi pelajaran—berjalan kaki, peregangan, atau sekadar melamun. Jangan gunakan waktu istirahat untuk main media sosial karena itu tetap membebani otak. Dengan mengikuti gelombang alami ini, proses belajar jadi lebih efisien, materi lebih cepat masuk, dan mental tetap waras tanpa rasa bersalah.

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA