Inspirasi Sehat

Tips Anak Berkelit dari Sembelit Saat Puasa

Tue, 10 Mar 2026

Momen anak belajar puasa di bulan Ramadan memang membanggakan. Namun, seringkali semangat mereka kendor karena drama perut melilit alias sembelit. Jangan buru-buru menuduh anak hanya mencari alasan untuk batal puasa. Sembelit atau konstipasi adalah masalah nyata yang sering terjadi karena perubahan pola makan dan jam tidur.

Menurut pakar kesehatan anak, sembelit terjadi saat frekuensi buang air besar berkurang dan tinja menjadi keras. Penyebab utamanya sebenarnya sederhana. Pertama, asupan cairan yang drastis berkurang. Ingat, 75 persen komponen tinja adalah air. Jika anak kurang minum saat sahur dan berbuka, sistem pencernaan akan menyerap cairan dari sisa makanan, membuat tinja mengeras.

Kedua, kurangnya asupan serat. Saat berbuka, anak-anak cenderung kalap makan gorengan atau yang manis-manis, lalu melupakan sayur dan buah. Ketiga, faktor "mager" alias malas gerak. Rasa lemas saat puasa membuat anak lebih banyak tiduran, padahal pergerakan fisik membantu usus mendorong sisa makanan keluar.

Solusinya, pastikan anak usia 5 tahun ke atas mendapatkan minimal 1.500 ml air (sekitar 6 gelas) yang dibagi saat sahur dan berbuka. Sumber cairan tidak harus air putih melulu, bisa dari sup atau buah berair. Wajibkan menu sayur hijau saat makan berat untuk melunakkan tinja. Terakhir, ajak anak olahraga ringan jelang berbuka agar usus tetap aktif bergerak. Kesehatan pencernaan yang terjaga akan membuat ibadah puasa si kecil jauh lebih nyaman dan minim drama.

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA