Inspirasi Sehat

Tes Ureum, Sang Indikator Fungsi Ginjal

Mon, 2 Mar 2026

Tes Ureum, Sang Indikator Fungsi Ginjal

Ginjal bekerja tanpa henti sebagai filter alami tubuh. Salah satu tugas utamanya adalah membuang "sampah" sisa metabolisme protein yang disebut urea. Nah, untuk mengetahui apakah filter ini masih berfungsi optimal atau sudah mulai kewalahan, pemeriksaan Ureum atau Blood Urea Nitrogen (BUN) adalah kuncinya.

Dalam Labpedia kali ini, mari pahami bahwa ureum terbentuk di hati dan seharusnya dibuang lewat urin. Jika hasil tes menunjukkan kadar ureum tinggi, ini bisa jadi sinyal bahwa ginjal tidak bekerja maksimal, tubuh mengalami dehidrasi parah, atau mungkin efek dari diet tinggi protein. Sebaliknya, kadar yang terlalu rendah (meski jarang) bisa mengindikasikan masalah pada hati atau kekurangan nutrisi.

Pemeriksaan ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, atau yang sering merasa cepat lelah dan mengalami gangguan buang air kecil.

Sampel dan Persiapan: Prosedur pemeriksaan ini sangat sederhana. Petugas laboratorium akan mengambil sampel darah vena (biasanya dari lengan). Meski terkesan simpel, persiapan yang tepat sangat diperlukan.

Pasien disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai konsumsi obat-obatan pengencer darah karena bisa mempengaruhi proses pengambilan sampel. Pemeriksaan ureum tidak mewajibkan pasien untuk berpuasa. Namun, untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dan representatif, pasien disarankan menjalani puasa selama 8–12 jam sebelum pengambilan sampel.

Jangan tunggu sampai ada keluhan berat. Memantau kadar ureum adalah langkah preventif cerdas untuk menjaga kesehatan ginjal jangka panjang.

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA