Inspirasi Sehat

Tes PSA, Deteksi Kanker Prostat Sejak Dini

Mon, 2 Feb 2026

Tes PSA, Deteksi Kanker Prostat Sejak Dini

Kanker prostat sering kali dijuluki silent killer bagi laki-laki karena perkembangannya yang lambat dan minim gejala di awal. Di sinilah peran penting Tes PSA (Prostate-Specific Antigen) sebagai langkah antisipasi atau skrining awal.

Secara sederhana, PSA adalah protein yang diproduksi oleh kelenjar prostat. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah vena untuk mengukur kadar protein tersebut. Jika angkanya tinggi, ini bisa jadi sinyal atau "red flag" adanya masalah. Namun, jangan panik dulu. Kadar PSA tinggi tidak melulu berarti kanker prostat. Kondisi lain seperti pembesaran prostat jinak (BPH) atau peradangan (prostatitis) juga bisa memicu lonjakan angka PSA.

Manfaat utama tes ini jelas: deteksi dini. Semakin cepat masalah terdeteksi, semakin besar peluang kesembuhan karena penanganan bisa dilakukan sebelum kondisi memburuk. Dokter biasanya menyarankan tes ini untuk memantau efektivitas pengobatan atau mengecek apakah kanker muncul kembali.

Persiapan Sebelum Tes: Agar hasil akurat, persiapan itu wajib. Pasien sangat disarankan untuk menghindari aktivitas seksual (ejakulasi) dan olahraga berat (terutama bersepeda) selama 24-48 jam sebelum pengambilan darah. Kenapa? Karena aktivitas tersebut memberikan tekanan pada prostat yang bisa menaikkan kadar PSA secara sementara, sehingga hasil tes jadi bias (positif palsu).

Jadi, bagi yang memiliki risiko tinggi atau disarankan dokter, segera jadwalkan Tes PSA. Sampel yang dibutuhkan hanya darah, prosesnya cepat, namun dampaknya besar untuk masa depan kesehatan.

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA