Inspirasi Sehat
Tes IGRA: "Radar" Penyakit TB Laten
Mon, 30 Mar 2026Tuberkulosis (TBC) tidak selalu ditandai dengan batuk darah atau demam tinggi. Ada kondisi bernama TB Laten, di mana bakteri Mycobacterium tuberculosis sudah bersarang di tubuh, tapi "tertidur" sehingga tidak menimbulkan gejala dan tidak menular. Meski terlihat aman, TB Laten bisa bangun menjadi TB Aktif kapan saja saat imun tubuh lemah. Untuk mendeteksinya dengan akurat, Tes IGRA (Interferon-Gamma Release Assay) adalah solusinya.
Tes IGRA adalah pemeriksaan darah modern untuk mengukur respons sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri TB. Metode ini dianggap lebih unggul dibandingkan tes kulit Mantoux, terutama bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas sudah menerima vaksin BCG. Kenapa? Karena Tes IGRA lebih spesifik dan hasilnya tidak akan false positive (positif palsu) hanya karena efek vaksin BCG tersebut.
Keunggulan lainnya adalah efisiensi waktu. Jika tes Mantoux mengharuskan pasien bolak-balik dua kali (suntik dan baca hasil), Tes IGRA hanya butuh satu kali kunjungan saja. Hasilnya pun dianalisis mesin laboratorium sehingga lebih objektif, bukan berdasarkan penglihatan mata terhadap benjolan di kulit.
Sampel dan Persiapan: Prosedurnya sangat nyaman dan cepat. Petugas hanya membutuhkan sampel darah vena (diambil dari lengan). Untuk persiapan, tidak diperlukan puasa sebelum tes ini. Namun, pastikan kondisi tubuh sedang fit dan informasikan kepada petugas jika sedang mengonsumsi obat-obatan penekan imun (imunosupresan).
Tes ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang kontak erat dengan pasien TB, tenaga kesehatan, atau orang dengan imun lemah. Deteksi dini TB Laten adalah kunci memutus rantai penularan di masa depan.
