Inspirasi Sehat
Terlalu Lama Diet Keto? Yuk, Kenali Risikonya
Fri, 29 May 2026Tren diet keto masih jadi primadona buat banyak orang yang ingin menurunkan berat badan secara instan. Konsep dasar diet ini memang unik, yaitu memotong asupan karbohidrat hingga di bawah 50 gram per hari dan menggantinya dengan asupan lemak dalam jumlah super besar. Tujuannya agar tubuh masuk ke mode ketosis, di mana lemak dibakar menjadi sumber energi utama pengganti karbohidrat.
Awalnya, diet ini memang terbukti bisa memangkas berat badan dan mengontrol gula darah. Namun, banyak yang salah kaprah dan kebablasan menjalankan diet tinggi lemak ini selama bertahun-tahun tanpa jeda. Padahal, konsumsi lemak yang terus-menerus digenjot dalam jangka panjang bisa membawa petaka bagi kesehatan organ dalam, terutama organ hati atau liver.
Saat tubuh dipaksa memproses lemak dalam jumlah masif setiap hari, hati akan bekerja ekstra keras. Jika kapasitas hati sudah kelebihan beban, sisa-sisa lemak yang tidak terbakar sempurna akan mulai menumpuk di sekitar jaringan hati itu sendiri. Kondisi penumpukan inilah yang memicu Fatty Liver atau perlemakan hati non-alkohol. Jika dibiarkan, tumpukan lemak ini bisa menyebabkan peradangan kronis hingga kerusakan fungsi hati secara permanen.
Penting banget buat diingat, diet keto sebenarnya dirancang sebagai program jangka pendek saja. Durasi yang paling ideal adalah antara dua hingga tiga minggu, dan batas maksimalnya hanya enam sampai dua belas bulan. Setelah target berat badan tercapai, sangat disarankan untuk segera kembali ke pola makan dengan gizi seimbang. Jangan sampai niat awal ingin kurus, eh organ dalam malah rusak karena dipaksa kerja lembur setiap hari.
Biar aman, selalu pantau kondisi kesehatan organ dalam lewat skrining kesehatan berkala jika sedang menjalankan diet ekstrem.
