Inspirasi Sehat

Susu Saja Tidak Cukup Atasi Defisiensi Vitamin D

Fri, 26 Jun 2026

Gaya hidup sehat kini semakin diminati oleh generasi muda. Banyak yang mulai rutin mengonsumsi susu fortifikasi atau suplemen harian untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, termasuk vitamin D. Namun, tahukah Anda bahwa mengandalkan susu dan suplemen standar saja sering kali tidak cukup untuk mengatasi defisiensi vitamin D secara menyeluruh?

Kekurangan vitamin D merupakan masalah kesehatan yang memiliki prevalensi cukup tinggi pada kelompok usia remaja dan dewasa muda. Salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya paparan sinar matahari akibat lebih banyak menghabiskan waktu beraktivitas di dalam ruangan atau penggunaan pakaian yang tertutup. 

Banyak orang mengira bahwa meminum segelas susu fortifikasi sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan. Kenyataannya, susu fortifikasi harian umumnya hanya mengandung dosis vitamin D yang relatif rendah, sering kali berada di bawah kebutuhan harian dasar untuk usia dewasa muda. Tanpa bantuan paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari yang memadai, tubuh tetap berisiko mengalami kekurangan vitamin D yang berkelanjutan.


Menurut literatur penelitian, pemberian dosis suplemen yang bahkan beberapa kali lipat di atas 600 IU sering kali gagal membawa kadar vitamin D seseorang mencapai batas ideal yaitu 20 ng/ml. Tanpa adanya paparan sinar matahari, individu yang sehat mungkin membutuhkan setidaknya 1000 IU hingga 2000 IU setiap harinya untuk menjaga kadar vitamin D yang optimal. 

Apabila tubuh mengalami kekurangan vitamin D, penyerapan kalsium dari makanan sehari-hari hanya berkisar antara 10 hingga 15 persen saja. Sebaliknya, jika kadar vitamin D di dalam darah tercukupi dengan baik, kemampuan penyerapan kalsium bisa meningkat secara signifikan hingga mencapai 40 persen.


Oleh karena itu, sangat penting bagi generasi muda untuk tidak hanya bergantung pada asupan produk fortifikasi semata. Untuk mengetahui secara pasti kondisi nutrisi di dalam tubuh, Anda disarankan untuk melakukan evaluasi medis yang akurat dengan berfokus pada item Uji Kalsium Darah dan Vitamin D. 

Dengan mengukur indikator Vitamin D secara langsung, Anda dapat mengetahui apakah tubuh memerlukan intervensi dosis tinggi atau sekadar perbaikan gaya hidup harian. Di saat yang bersamaan, memantau keseimbangan mineral melalui Uji Kalsium Darah juga menjadi hal yang sangat esensial. 
Jangan menunggu sampai muncul berbagai keluhan kesehatan yang mengganggu aktivitas, segera pastikan nutrisi tubuh Anda berada di rentang yang optimal.

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA