Inspirasi Sehat
Susu Nabati vs Susu Sapi: Mana Lebih Sehat?
Tue, 27 Oct 2026Halo #sahabatpramita. Seiring berkembangnya tren gaya hidup berbasis tanaman (plant-based), semakin banyak keluarga yang memilih mengganti susu sapi dengan minuman alternatif seperti susu oat, almond, atau kedelai. Alasan lingkungan dan kesehatan sering kali menjadi pendorong utama peralihan ini. Namun, apakah mengganti susu sapi dengan susu nabati secara otomatis lebih sehat dalam segala aspek?
Sebuah penelitian ilmiah berbasis data survei gizi nasional menguji dampak konsumsi susu alternatif ini pada populasi anak-anak mulai usia 1,5 tahun hingga orang dewasa. Hasil studi menunjukkan adanya hal penting yang sering kali luput dari perhatian orang tua.
Susu sapi secara alami menjadi salah satu sumber utama asupan iodium harian bagi anak-anak dan orang dewasa. Sebaliknya, sebagian besar produk susu nabati di pasaran tidak secara otomatis mengandung iodium, kecuali jika pabrikan secara khusus menambahkannya (fortifikasi).
Data penelitian mengungkapkan bahwa individu yang hanya mengonsumsi susu nabati memiliki rata-rata asupan iodium harian sebesar 94 µg/hari, jauh lebih rendah dibandingkan peminum susu sapi yang mencapai 129 µg/hari. Tidak hanya itu, kadar iodium dalam sampel urine (urinary iodine concentration) pada konsumen susu nabati murni berada pada angka median 79 µg/L, yang menurut kriteria Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masuk dalam kategori kekurangan iodium (di bawah 100 µg/L). Sementara itu, peminum susu sapi berada pada kategori cukup iodium dengan kadar 132 µg/L.
Iodium merupakan mineral esensial yang sangat dibutuhkan untuk pembentukan hormon tiroid serta mendukung perkembangan otak dan saraf, terutama pada masa pertumbuhan anak. Oleh karena itu, bagi keluarga yang memilih susu nabati, langkah bijak yang dapat dilakukan adalah memeriksa label kemasan untuk memastikan produk tersebut telah diperkaya dengan iodium, atau melengkapi kebutuhan iodium dari sumber makanan gizi seimbang lainnya bersama #sahabatpramita.
