Inspirasi Sehat

Sugar Sag yang Bikin Wajah Boros

Fri, 27 Mar 2026

Momen Lebaran memang identik dengan balas dendam kuliner. Mulai dari toples nastar yang tak henti dibuka, sirup manis yang segar, hingga hidangan bersantan dan daging panggang yang menggugah selera. Namun, pernahkah kalian merasa kulit wajah terlihat lebih kusam, kendur, atau muncul garis halus setelah pesta makan tersebut usai? Fenomena ini bukan perasaan semata, melainkan kondisi medis yang disebut "Sugar Sag" akibat proses glikasi.

Secara ilmiah, ketika kita mengonsumsi gula berlebih, molekul gula tersebut akan menempel pada protein di tubuh, termasuk kolagen dan elastin yang berfungsi menjaga kekenyalan kulit. Ikatan ini membentuk senyawa berbahaya bernama Advanced Glycation End Products atau disingkat AGEs. Bayangkan kolagen seperti kasur empuk; AGEs membuat pernya menjadi kaku dan patah, sehingga kulit kehilangan elastisitasnya dan memicu kerutan dini.

Studi menunjukkan bahwa kolagen kulit memiliki waktu paruh sekitar 15 tahun, artinya kerusakan yang terjadi sekarang efeknya bisa jangka panjang. Parahnya lagi, AGEs tidak hanya berasal dari gula pasir. Metode memasak dengan suhu tinggi seperti menggoreng, membakar, atau memanggang (seperti sate dan rendang kering) menghasilkan level AGEs jauh lebih tinggi dibandingkan merebus atau mengukus.

Jadi, skincare mahal saja tidak cukup jika asupan AGEs dari dalam tidak dikontrol. Mulailah mengimbangi asupan manis dengan makanan tinggi antioksidan dan kurangi teknik masak deep-fried demi menjaga investasi kulit jangka panjang. Jangan sampai momen kemenangan Lebaran justru bikin kulit kalah telak melawan penuaan dini.

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA