Inspirasi Sehat

Sudah Diet Vegan Tapi Kolesterol Tetap Jahat? Awas Lemak Nabati Terselubung!

Fri, 15 May 2026

Banyak orang berasumsi bahwa beralih ke diet plant-based alias menjadi vegan atau vegetarian adalah tiket emas menuju kesehatan jantung yang optimal dan bebas dari kolesterol tinggi. Memang benar, secara umum, pola makan yang kaya akan sayuran, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan sangat direkomendasikan untuk mencegah Coronary Heart Disease (CHD) atau penyakit jantung koroner. Namun, ada satu jebakan besar yang sering kali terlewatkan: tidak semua bahan makanan berbasis nabati itu sehat untuk tubuh.

Fenomena yang sering terjadi adalah pelaku diet vegan merasa aman dan bebas mengonsumsi makanan apa saja asalkan bukan dari produk hewani. Padahal, sebuah studi berskala besar yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Cardiology membuktikan bahwa pola makan nabati yang tidak sehat (unhealthful plant-based diet index / uPDI) justru berisiko meningkatkan penyakit jantung koroner secara signifikan. Hal ini terjadi ketika seseorang terlalu sering mengonsumsi makanan nabati yang kurang sehat, seperti biji-bijian olahan (roti putih, pasta), kentang goreng, makanan penutup manis, minuman berpemanis buatan, serta minyak goreng berbahan dasar nabati yang tinggi lemak jenuh.

Makanan berbasis nabati yang digoreng secara deep-fry menggunakan minyak kelapa atau diolah dengan santan kental terbukti dapat merusak profil lipid darah. Mengganti asupan daging dengan camilan manis, kue, donat, atau kentang goreng yang technically "vegan" sama sekali tidak menyehatkan tubuh. Pola makan uPDI ini cenderung memiliki indeks glikemik tinggi, tinggi gula tambahan, dan rendah serat.

Bagi yang sedang menjalani diet plant-based, sangat krusial untuk fokus pada healthful plant-based diet index (hPDI), yang lebih mengutamakan asupan whole grains (biji-bijian utuh), buah segar, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan teh atau kopi tanpa gula tambahan. Pola makan hPDI ini secara substansial mampu menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Oleh karena itu, jangan hanya menghindari daging, tetapi pilihlah bahan nabati yang benar-benar kaya akan nutrisi dan rendah lemak jenuh.

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA