Inspirasi Sehat

Stop Gula, Stop Kanker?

Sat, 11 Apr 2026

Banyak banget info berseliweran di media sosial yang bilang kalau kita stop makan gula total, sel kanker bakal mati kelaparan. Katanya sih, gula itu "bensinnya" kanker.  Apakah ini valid atau cuma hoax kesehatan?

 

Jawabannya: Itu Mitos.

Faktanya, semua sel dalam tubuh kita, baik sel sehat maupun sel kanker, menggunakan glukosa (gula) sebagai sumber energi utama. Kalau kamu stop total asupan gula  atau karbohidrat, tubuhmu justru yang bakal lemas dan malnutrisi, bukan kankernya yang mati. Kalaupun kamu 100% "say no" ke gula, tubuh akan memecah cadangan  lemak dan protein untuk diubah menjadi glukosa. Jadi, sel kanker tetap akan mendapatkan "makanannya" dari cadangan tubuhmu sendiri.

 

Tapi, Ada Tapinya

Meski gula tidak langsung memicu kanker, konsumsi gula berlebih bikin obesitas. Nah, obesitas inilah yang memicu peradangan kronis dan ketidakseimbangan hormon  yang bisa meningkatkan risiko kanker.

 

Apa Hubungannya dengan LDH?

Sel kanker memang punya metabolisme yang ngebut banget dan rakus glukosa. Proses pembakaran energi yang cepat dan tidak sempurna pada sel kanker ini  menghasilkan enzim bernama LDH (Lactate Dehydrogenase) dalam jumlah tinggi.

Jadi, tingginya kadar LDH dalam darah bisa menjadi sinyal bahwa ada kerusakan jaringan atau aktivitas sel yang tidak normal, salah satunya karena keganasan. Makanya,  dokter sering memantau kadar LDH untuk melihat progresivitas penyakit.

 

Kesimpulannya?

Jangan musuhi gula secara ekstrem, tapi batasi jumlahnya biar gak obesitas. Penasaran dengan kondisi metabolisme sel tubuhmu? Kamu bisa melakukan pemeriksaan  kadar LDH di PRAMITA Lab. Ini langkah simpel buat deteksi dini apakah ada aktivitas sel yang mencurigakan di dalam tubuhmu.

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA