Inspirasi Sehat

Salt Addiction, Apa itu?

Fri, 8 May 2026

Suka banget ngemil makanan yang gurih dan asin? Ternyata, bukan cuma gula yang bisa bikin ketagihan, garam juga punya sifat adiktif yang sangat kuat. Kalau kamu merasa sangat sulit untuk berhenti makan camilan gurih atau makanan cepat saji, ternyata ada penjelasan ilmiah di baliknya.

Reseptor pengecap rasa asin di lidah kita sangat sensitif saat terkena garam dari makanan. Sinyal dari rasa asin ini akan melewati saraf wajah dan langsung menstimulasi bagian talamus hingga masuk ke korteks otak. Tidak berhenti sampai di situ, garam juga memicu hipotalamus untuk memproduksi dan mengeluarkan dopamin. Keluarnya dopamin ini akan merangsang pusat kesenangan di otak, memberikan efek candu yang ternyata sangat mirip dengan efek kecanduan obat-obatan terlarang.

Kecanduan garam ini membuat tubuh mengalami fase toleransi, artinya kamu akan terus menginginkan porsi makanan asin yang lebih banyak seiring berjalannya waktu. Sering kali, seseorang menjadi tidak bisa berhenti mengonsumsi makanan tinggi garam meskipun sudah mengetahui risiko kesehatannya yang berbahaya. Padahal, batas aman konsumsi garam harian yang dibutuhkan tubuh hanyalah sekitar 1.500 mg untuk menjaga keseimbangan cairan dan menstabilkan tekanan darah.

Mengonsumsi garam secara berlebihan bisa membawa dampak serius bagi kesehatan tubuh. Bahaya yang mengintai antara lain penyakit obesitas, tekanan darah tinggi, hingga disfungsi kerja ginjal. Tekanan darah tinggi yang dibiarkan dapat merusak pembuluh darah dan berujung pada risiko gagal jantung. Selain itu, ginjal yang bekerja terlalu keras juga dapat mengalami fibrosis dan memicu munculnya protein dalam air kencing.

Masalah ini semakin nyata di kalangan anak muda karena tingginya kebiasaan makan makanan cepat saji. Secara global, konsumsi garam berlebih menyumbang 10 persen pada kasus penyakit kardiovaskuler. Makanan olahan seperti daging kemasan, sup, bahkan kue kering sekalipun ternyata mengandung garam tersembunyi yang bisa memicu ketagihan ini. Yuk, mulai kurangi kebiasaan makan yang terlalu asin agar kesehatan tubuh tetap terjaga dari sekarang.

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA