Inspirasi Sehat
Salah Paham Soal Starvation Mode
Sat, 9 May 2026Mitos Starvation Mode: Skip Makan Siang Gak Bikin Lemak Numpuk Kok
Konten Artikel: Banyak dari kita yang sedang diet tapi dihantui rasa takut berlebihan. Katanya, kalau sampai telat makan atau sengaja melewatkan jam makan siang, tubuh akan panik dan masuk ke "Starvation Mode". Akibatnya, tubuh dituduh akan menimbun semua makanan berikutnya menjadi lemak. Apakah benar tubuh sedramatis itu?
Ternyata, anggapan ini kurang tepat. Istilah Starvation Mode atau dalam bahasa medis disebut termogenesis adaptif memang nyata, tapi konteksnya sering disalahpahami. Kondisi ini tidak terjadi hanya karena kalian melewatkan makan siang atau melakukan intermittent fasting selama 16 jam.
Faktanya, Starvation Mode adalah mekanisme pertahanan hidup tubuh yang hanya aktif ketika seseorang mengalami kelaparan ekstrem dalam jangka waktu yang sangat panjang dengan asupan kalori yang sangat rendah. Jadi, jika hanya sekadar mengurangi porsi makan atau menunda makan beberapa jam, tubuh tidak akan langsung menimbun lemak.
Justru, menurut Dr. Michael Mosley, puasa jangka pendek atau pengurangan kalori yang wajar malah bisa meningkatkan laju metabolisme, bukan memperlambatnya. Tubuh akan beralih membakar cadangan energi yang ada, bukan menahannya.
Memang benar jika berat badan turun, metabolisme akan sedikit melambat karena tubuh menjadi lebih efisien dan beban tubuh berkurang, tapi ini bukan berarti tubuh berhenti membakar lemak sama sekali. Jadi, jangan jadikan mitos ini alasan untuk memaksakan makan saat tidak lapar. Kunci diet tetap pada defisit kalori yang sehat, bukan ketakutan pada mode kelaparan yang berlebihan.
