Inspirasi Sehat
Risiko Kesehatan Saat Kemarau, Apa Pemeriksaannya?
Thu, 13 Aug 2026Musim Kemarau dan Risiko Kesehatan: Kenali Gejala dan Pemeriksaan yang Tepat
Musim kemarau membawa perubahan suhu dan kondisi lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan. Cuaca panas dapat meningkatkan kehilangan cairan melalui keringat sehingga seseorang lebih mudah mengalami dehidrasi apabila kebutuhan cairannya tidak terpenuhi. Gejalanya dapat berupa rasa haus, mulut kering, lemas, pusing, urine berwarna lebih pekat, hingga berkurangnya frekuensi buang air kecil.
Debu dan berbagai iritan di lingkungan juga dapat memicu atau memperberat keluhan saluran pernapasan maupun alergi pada sebagian orang. Karena itu, keluhan seperti batuk, pilek, sesak napas, demam, atau batuk berdahak berkepanjangan sebaiknya tidak diabaikan.
Pemeriksaan Membantu Menelusuri Penyebab Keluhan
Setelah melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan laboratorium sesuai kondisi pasien. Pemeriksaan hematologi lengkap, misalnya, memberikan informasi mengenai sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit serta dapat membantu evaluasi berbagai kondisi, termasuk infeksi dan kelainan darah.
CRP dan LED dapat digunakan sebagai penanda adanya proses inflamasi. Namun, keduanya tidak menentukan penyebab penyakit secara spesifik, sehingga hasil harus diinterpretasikan bersama temuan klinis dan pemeriksaan lainnya.
Pada infeksi saluran pernapasan tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan prokalsitonin. Kadar prokalsitonin dapat meningkat pada infeksi bakteri berat, tetapi pemeriksaan ini bukan tes tunggal untuk memastikan apakah suatu infeksi disebabkan oleh virus atau bakteri. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi klinis pasien.
Pada batuk berdahak yang menetap atau kondisi tertentu yang mengarah pada infeksi saluran napas bawah, pemeriksaan sputum, termasuk kultur, dapat dipertimbangkan berdasarkan indikasi dokter.
DBD Tetap Perlu Diwaspadai Saat Kemarau
Demam berdarah dengue tidak hanya dapat muncul pada musim hujan. Kementerian Kesehatan RI mengingatkan bahwa kasus DBD juga dapat terjadi saat musim kemarau apabila terdapat genangan atau penampungan air yang memungkinkan nyamuk Aedes berkembang biak.
Pada pasien dengan dugaan dengue, pemilihan pemeriksaan bergantung antara lain pada waktu sejak munculnya gejala. WHO menyebut pemeriksaan antigen NS1 dapat membantu diagnosis pada fase awal, sedangkan pemeriksaan antibodi seperti IgM digunakan sesuai fase penyakit dan konteks klinis.
Demam setelah perjalanan atau tinggal di daerah endemis malaria juga memerlukan perhatian khusus. Riwayat perjalanan menjadi bagian penting dalam evaluasi, dan dugaan malaria harus dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.
Dehidrasi, Alergi, dan Gangguan Mata
Pada kondisi yang dicurigai berkaitan dengan kekurangan cairan, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan elektrolit, fungsi ginjal seperti kreatinin, gula darah, serta pemeriksaan urine berdasarkan kondisi pasien. Pemeriksaan tersebut dapat memberikan informasi mengenai keseimbangan cairan, elektrolit, dan fungsi ginjal.
Untuk pasien dengan dugaan alergi atau asma alergik, pemeriksaan eosinofil, IgE total maupun IgE spesifik dapat menjadi bagian dari evaluasi tertentu. Namun, hasil pemeriksaan alergi harus selalu dikaitkan dengan riwayat gejala dan pajanan karena hasil positif saja tidak selalu berarti seseorang mengalami alergi klinis.
Sementara itu, sebagian besar konjungtivitis tidak memerlukan kultur rutin. Pada kasus yang berat, berulang, kronis, atau tidak memberikan respons sesuai harapan terhadap terapi, dokter dapat mempertimbangkan kultur sekret mata untuk membantu menentukan penyebab infeksi.
Jangan Menunggu Gejala Bertambah Berat
Pemeriksaan laboratorium merupakan bagian dari proses diagnosis dan perlu disesuaikan dengan keluhan, pemeriksaan fisik, riwayat perjalanan, faktor risiko, serta pertimbangan dokter.
Jika Sahabat PRAMITA mengalami demam berkepanjangan, sesak napas, penurunan kesadaran, dehidrasi berat, produksi urine sangat berkurang, nyeri mata berat atau penurunan penglihatan, segera dapatkan pertolongan medis.
Kenali kondisi kesehatan lebih awal dan konsultasikan pemeriksaan yang tepat bersama dokter di Laboratorium Medis dan Klinik PRAMITA cabang terdekat.
Deteksi lebih dini, lindungi kesehatan Sahabat PRAMITA dan keluarga.
