Inspirasi Sehat
Pemeriksaan Tepat untuk Deteksi Herpes
Thu, 20 Aug 2026Lenting atau lepuhan pada kulit yang terasa nyeri sebaiknya tidak diabaikan atau hanya diobati sendiri. Keluhan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk infeksi virus herpes, sehingga konsultasi dan pemeriksaan yang sesuai diperlukan untuk membantu menentukan penyebabnya.
Pada dugaan infeksi Herpes Simplex Virus (HSV), pemeriksaan molekuler seperti PCR/NAAT dari sampel lesi merupakan metode yang sensitif untuk mendeteksi HSV serta membedakan HSV-1 dan HSV-2. Kultur virus juga dapat digunakan, meskipun sensitivitasnya lebih rendah, terutama ketika lesi mulai sembuh. Pemeriksaan serologi tipe-spesifik dapat bermanfaat pada kondisi tertentu, sementara pemeriksaan IgM HSV tidak direkomendasikan untuk menentukan infeksi baru.
Berbeda dengan herpes simplex, herpes zoster terjadi akibat reaktivasi Varicella-Zoster Virus (VZV), virus yang juga menyebabkan cacar air.
Pencegahan herpes zoster dapat dilakukan melalui vaksinasi. Untuk orang dewasa usia 50 tahun ke atas, vaksin zoster rekombinan diberikan sebanyak dua dosis dengan interval umumnya 2–6 bulan. Vaksinasi tetap direkomendasikan meskipun seseorang pernah mengalami herpes zoster sebelumnya.
Jika mengalami lenting, lepuhan, rasa nyeri, atau keluhan yang mengarah pada herpes, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
