Inspirasi Sehat

Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Menjaga Kualitas Hidup Lansia

Thu, 6 Aug 2026

Pertambahan usia dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan, termasuk hipertensi, diabetes, penyakit jantung, osteoporosis, penurunan fungsi penglihatan dan pendengaran, malnutrisi, serta gangguan kognitif. Karena sebagian kondisi tersebut dapat berkembang tanpa gejala yang jelas, pemeriksaan kesehatan rutin menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan kemandirian lansia.

Pemeriksaan yang Perlu Dipertimbangkan

Pemeriksaan dapat diawali dengan penilaian status gizi melalui pengukuran tinggi badan, berat badan, dan indeks massa tubuh. Penilaian ini membantu mengidentifikasi risiko kekurangan gizi, kehilangan massa tubuh, maupun obesitas.

Tekanan darah juga perlu dipantau secara berkala. Selain hipertensi, lansia dapat mengalami tekanan darah rendah yang menyebabkan pusing, lemas, atau meningkatkan risiko jatuh. Pemeriksaan gula darah dan profil lipid dapat membantu menilai risiko diabetes, penyakit jantung, dan stroke. WHO merekomendasikan skrining hipertensi, diabetes, dan peningkatan kolesterol secara berkala pada kelompok usia lanjut.

Pemeriksaan fisik dapat mencakup kondisi mata, pendengaran, rongga mulut, mobilitas, keseimbangan, serta fungsi organ tubuh. Gangguan penglihatan dan pendengaran perlu dikenali karena dapat memengaruhi komunikasi, aktivitas sehari-hari, dan risiko terjatuh.

Kepadatan tulang dapat diperiksa menggunakan teknologi dual-energy X-ray absorptiometry atau DXA, terutama pada perempuan berusia 65 tahun ke atas dan individu dengan faktor risiko osteoporosis. Pemeriksaan ini membantu menilai risiko tulang rapuh dan patah tulang.

Pemeriksaan laboratorium lainnya dapat meliputi fungsi hati, fungsi ginjal, dan parameter lain sesuai kondisi klinis. EKG dapat dilakukan apabila terdapat gejala, faktor risiko, atau rekomendasi dokter, bukan sebagai pemeriksaan wajib bagi setiap lansia tanpa keluhan.

Skrining kanker juga perlu disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, hasil pemeriksaan sebelumnya, dan kondisi kesehatan. Pemeriksaan tumor marker umumnya digunakan untuk membantu diagnosis, menentukan terapi, memantau respons pengobatan, atau mendeteksi kekambuhan pada kondisi tertentu. Tumor marker bukan pemeriksaan skrining umum yang berdiri sendiri untuk seluruh lansia.

Selain kesehatan fisik, penilaian kesehatan mental dan fungsi kognitif dapat membantu mengenali depresi, perubahan perilaku, gangguan memori, atau indikasi demensia.

Oma-Opa Sahabat PRAMITA, jangan menunggu gejala muncul. Konsultasikan jenis dan jadwal pemeriksaan dengan dokter agar sesuai dengan kebutuhan kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Sapa PRAMITA atau kunjungi cabang PRAMITA terdekat di kota Sahabat PRAMITA.

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA