Inspirasi Sehat
Pemeriksaan Growth Hormone dan IGF-1 yang Perlu Diketahui
Mon, 6 Jul 2026Pemeriksaan Growth Hormone dan IGF-1 yang Perlu Diketahui
Halo #sahabatpramita. Pertumbuhan fisik yang optimal, terutama tinggi badan yang proporsional, sering kali menjadi perhatian besar bagi generasi muda yang ingin tampil prima dan percaya diri. Dalam proses perkembangan ini, terdapat senyawa krusial di dalam tubuh yang bernama growth hormone atau hormon pertumbuhan (somatotropin) yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis anterior. Hormon ini bekerja sangat aktif merangsang pembentukan protein dan pembelahan jaringan, terutama saat memasuki masa pubertas. Namun, hormon pertumbuhan ini tidak bekerja sendirian; kinerjanya sangat dipengaruhi oleh stimulasi di organ hati untuk menghasilkan pelepasan senyawa pendukung yang disebut insulin-like growth factor 1 atau IGF-1.
Mengapa pemeriksaan kedua parameter ini sangat penting dilakukan? Di dalam tubuh, hormon pertumbuhan dikeluarkan secara bergelombang dan terutama terjadi pada malam hari. Oleh karena itu, pengujian kadar hormon pertumbuhan hanya pada satu waktu acak saja tidak bisa memberikan hasil diagnosis yang akurat. Di sinilah peran penting pemeriksaan kadar IGF-1 diperlukan. Kadar senyawa IGF-1 di dalam sirkulasi darah jauh lebih stabil dan tidak terpengaruh oleh variasi gelombang harian, sehingga bertindak sebagai penanda utama yang sangat tepat untuk mendeteksi gangguan tumbuh kembang.
Pemeriksaan IGF-1 ini sangat dibutuhkan untuk mendiagnosis beberapa kondisi medis tertentu pada anak yang mengalami masalah keterlambatan pertumbuhan fisik. Kondisi tersebut meliputi penyakit kekurangan hormon pertumbuhan atau Growth Hormone Deficiency (GHD), serta kondisi non-GHD seperti anak yang lahir dengan kondisi Kecil Masa Kehamilan (KMK) tanpa pertumbuhan kejar, perawakan pendek idiopatik yang tidak diketahui penyebab pastinya, hingga kelainan genetik khusus seperti Turner syndrome, Noonan syndrome, dan Prader-Willi syndrome.
Terkait persyaratan persiapan pemeriksaan, pasien dianjurkankan untuk menjalani puasa sebelum proses pengambilan sampel darah dilakukan. Hal ini dikarenakan pengujian kadar hormon dan IGF-1 ini bertindak sebagai data pemeriksaan dasar (baseline) yang idealnya dilakukan bersamaan dengan pengujian gula darah puasa serta insulin puasa yang sangat sensitif terhadap asupan makanan. Dengan persiapan yang tepat, hasil pengujian laboratorium akan menjadi jauh lebih akurat untuk memantau velositas pertumbuhan tubuh Anda.
