Inspirasi Sehat

Oke Gak Sih Infus Vitamin C di Bulan Ramadan

Fri, 6 Mar 2026

Oke Gak Sih Infus Vitamin C? 

Menjelang bulan puasa atau saat badan terasa mulai lemas, tren melakukan infus vitamin C atau multivitamin cocktail sering kali meningkat drastis. Alasannya klise: biar daya tahan tubuh badak dan kulit makin glowing saat Lebaran nanti. Kelihatannya memang praktis, tinggal duduk manis, cairan masuk lewat pembuluh darah, dan tubuh terasa segar seketika. Tapi, benarkah tubuh benar-benar membutuhkannya?

Secara medis, bagi orang yang sehat dengan fungsi pencernaan normal, metode ini sebenarnya agak berlebihan alias overkill. Tubuh manusia memiliki batas penyerapan vitamin, terutama vitamin yang larut dalam air seperti Vitamin C dan B Kompleks. Ketika asupan vitamin ini masuk berlebihan melebihi kapasitas yang bisa diserap sel, ginjal akan bekerja lembur untuk menyaring sisanya.

Hasil saringan ini kemudian langsung dibuang lewat saluran kencing. Jadi, infus jutaan rupiah itu seringkali berakhir menjadi "urine mahal" di toilet. Vitamin C dosis tinggi lewat infus memang diperlukan untuk kondisi medis tertentu, misalnya gangguan penyerapan nutrisi atau pemulihan pasca sakit berat. Namun, untuk sekadar menjaga stamina puasa, konsumsi buah-buahan seperti jambu biji, jeruk, atau suplemen oral standar sebenarnya sudah sangat cukup.

Selain boros di kantong, risiko membebani kerja ginjal juga perlu dipikirkan. Daripada uang habis buat infus yang ujung-ujungnya dibuang ginjal, lebih baik alokasikan dana buat beli makanan real food yang kaya serat dan nutrisi alami. Sehat dapat, hemat juga dapat.

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA