Inspirasi Sehat

New Moms Perlu Tahu Ini, Warna Poop Normal Pada Bayi

Tue, 4 Aug 2026

Menjadi ibu baru alias new mom tentu menghadirkan petualangan seru yang dipenuhi banyak pertanyaan, termasuk urusan memantau kesehatan buah hati lewat isi popoknya. Perubahan warna dan konsistensi kotoran (poop) bayi sering kali memicu kepanikan, padahal transisi ini sangat wajar terjadi seiring bertambahnya usia dan perkembangan sistem pencernaan si kecil. 

Pada hari pertama hingga kedua setelah kelahiran, bayi akan mengeluarkan kotoran pertama yang disebut mekonium. Penampilannya cenderung tebal, lengket, serta berwarna hijau tua gelap hingga kehitaman. Anda tidak perlu khawatir karena ini adalah hal yang sepenuhnya normal untuk membersihkan sisa-sisa zat yang tertelan bayi selama berada di dalam rahim. Memasuki hari keempat, kotoran akan mengalami transisi warna menjadi kehujauan sebelum akhirnya berubah warna menjadi kekuningan seiring masuknya asupan nutrisi. 

Setelah bayi berusia satu minggu atau lebih, jenis asupan harian akan sangat menentukan bentuk kotorannya. Bayi yang mengonsumsi ASI eksklusif umumnya memiliki kotoran berwarna kuning mustard dengan tekstur yang cenderung cair, agak gembur atau sedikit berbiji, serta aroma yang tidak terlalu menyengat. Sebaliknya, kotoran bayi yang meminum susu formula biasanya berwarna kuning kecokelatan (tan) hingga cokelat tua, bertekstur lebih padat menyerupai pasta atau mentega kacang, dengan aroma yang lebih tajam. Perubahan menjadi hijau tua juga normal, biasanya dipicu oleh asupan suplemen zat besi atau susu formula yang diperkaya zat besi. Ketika si kecil mulai diperkenalkan dengan makanan padat (MPASI) di usia empat hingga enam bulan, teksturnya akan menjadi lebih padat seperti pasta gigi dan warnanya akan semakin bervariasi mengikuti jenis makanan yang dikonsumsi, seperti bayam atau wortel. 

Satu hal lagi yang sering membuat new moms cemas adalah saat melihat bayi mendengus, mengejan dengan wajah memerah, dan menegangkan otot perutnya saat buang air besar. Selama kotoran yang dikeluarkan tetap bertekstur lunak, kondisi ini sama sekali bukan tanda sembelit. Hal ini murni terjadi karena otot perut bayi belum matang sepenuhnya serta adanya tantangan fisik karena bayi harus buang air besar dalam posisi telentang tanpa bantuan tekanan gravitasi saat duduk upright. 

Meskipun variasi warna kotoran bayi sangat luas, Anda harus segera menghubungi dokter anak jika mendapati kotoran berwarna putih atau pucat seperti kapur (tanda kekurangan cairan empedu), hitam pekat setelah melewati hari ketiga, merah tua, atau terdapat bercak darah dan lendir yang disertai perubahan perilaku menyusu. 

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA