Inspirasi Sehat
Mitos Tidur Seharian Pas Puasa: Niatnya Kuat, Malah Jadi Penyakit
Sat, 14 Mar 2026Banyak yang punya strategi "balas dendam" saat puasa: tidur seharian dari pagi sampai sore biar tidak terasa lapar. Logikanya, kalau tidur berarti energi tersimpan dan puasa jadi lebih kuat. Padahal, kebiasaan oversleeping atau tidur berlebihan ini justru berbahaya bagi kesehatan dan tidak bikin tubuh lebih fit.
Secara medis, tidur malam yang cukup memang esensial. Namun, tidur terlalu lama (lebih dari 9 jam) dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan serius, mulai dari diabetes, penyakit jantung, hingga peningkatan risiko kematian. Bukannya segar saat bangun buka puasa, tubuh malah bisa terasa lebih lemas, sakit kepala, dan sakit punggung.
Kenapa bisa sakit kepala? Para peneliti percaya bahwa tidur berlebihan mempengaruhi neurotransmitter di otak, termasuk serotonin. Inilah sebabnya kenapa bangun tidur siang yang terlalu lama sering bikin kepala terasa berat atau pening. Selain itu, gangguan siklus tidur ini bisa memperparah gejala depresi dan kecemasan bagi sebagian orang.
Tidur seharian juga membuat tubuh pasif total. Dulu dokter menyarankan istirahat total saat sakit punggung, tapi sekarang dokter justru menyarankan tetap aktif bergerak ringan. Kurang gerak seharian malah bikin badan kaku dan metabolisme melambat, yang berisiko menaikkan berat badan (obesitas) meskipun sedang puasa.
Jadi, strategi tidur seharian itu mitos belaka. Cara terbaik menjalani puasa adalah tetap menjaga ritme tidur normal (7-8 jam sehari), tetap beraktivitas ringan, dan menjaga pola makan sahur serta berbuka yang sehat. Jangan jadikan puasa alasan untuk jadi kaum rebahan ekstrem.
