Inspirasi Sehat

Mitos Fakta: Pakai Jaket Saat Lari Bikin Cepat Langsing?

Sat, 28 Mar 2026

Seminggu setelah Lebaran, biasanya timbangan mulai bergeser ke kanan gara-gara kebanyakan makan opor dan kue nastar. Panik melihat angka timbangan, banyak orang langsung inisiatif lari siang bolong pakai jaket parasut tebal. Harapannya simpel: makin banyak keringat keluar, makin banyak lemak luntur. Padahal, anggapan ini keliru besar.

Fakta medisnya, berat badan yang turun drastis setelah lari pakai jaket itu hanyalah berat air, bukan lemak. Menurut pakar kesehatan, keringat yang mengucur deras itu tanda cairan tubuh terkuras. Begitu minum air putih lagi, berat badan pasti balik ke angka semula. Jadi, lemak opornya masih betah di perut, yang hilang cuma cairan vital tubuh.

Bahayanya lagi, lari pakai jaket di iklim tropis atau siang terik meningkatkan risiko dehidrasi parah dan heat stroke. Saat tubuh tertutup jaket, panas tubuh terperangkap dan suhu bisa melonjak sampai 40 derajat Celsius. Ini kondisi gawat darurat yang bisa bikin pingsan, kerusakan organ, bahkan kematian mendadak.

Alih-alih menyiksa diri dengan jaket panas, lebih baik fokus pada konsistensi dan intensitas olahraga. Kombinasi lari ringan (kardio) dengan angkat beban jauh lebih efektif membakar kalori dan membentuk massa otot. Otot yang terbentuk akan membantu metabolisme pembakaran lemak bekerja lebih cepat, bahkan saat sedang istirahat. Jadi, simpan jaket parasutnya, pakai baju olahraga yang nyaman, dan mulai bakar kalori dengan cara yang aman.

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA