Inspirasi Sehat

Mitos atau Fakta: Diet Alkali Bisa Mencegah Kanker? 

Sat, 24 Jan 2026

Sering dengar rumor kalau tubuh yang asam itu sarang penyakit, makanya harus diet alkali biar kanker nggak betah? Klaim ini sering banget lewat di media sosial dan bikin banyak orang parno makan jeruk atau tomat karena dianggap asam. Tapi, apakah ini valid atau sekadar overclaim?

Jawabannya: Mitos.

Teori ini bilang kalau sel kanker tumbuh subur di lingkungan asam dan mati di lingkungan basa (alkali). Jadi, asumsinya kita harus makan sayur dan buah yang bersifat alkali. Padahal, fakta medisnya tidak sesimpel itu.

Pertama, pH alami tubuh manusia itu stabil di angka 7,4. Tidak ada bukti ilmiah kalau makanan yang kamu makan bisa mengubah pH darahmu secara drastis. Tubuh kita punya sistem canggih buat menjaga keseimbangan itu.

Kedua, sel kanker itu licik. Mereka memproduksi lingkungan asam mereka sendiri untuk bertahan hidup. Jadi, mau kamu makan makanan basa sebanyak apapun, itu tidak relevan untuk membunuh sel kanker.

Ironisnya, banyak makanan yang dianggap "dilarang" di diet ini karena rasanya asam—seperti lemon, jeruk nipis, anggur, dan blueberry—justru punya nutrisi super yang bagus buat kesehatan. Jadi, menghindari makanan ini malah bikin kamu rugi nutrisi.

Apa yang Sebenarnya Dibutuhkan Penderita Kanker?

Daripada pusing mikirin pH makanan, penderita kanker lebih butuh kalori dan nutrisi seimbang buat bantu pengobatan dan imun tubuh. Gak perlu perombakan diet drastis yang menyiksa.

Kalau pasien lagi susah makan atau mual, coba trik ini:

Bikin jadwal makan teratur.
Sajikan porsi kecil tapi sering (small bites).
Bikin tampilan makanan menarik biar selera makan naik.
Hindari makanan pemicu mual.
Siapkan camilan sehat yang mudah dijangkau.

Intinya, diet seimbang jauh lebih penting daripada diet alkali yang belum terbukti.

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA