Inspirasi Sehat
Masih Kecil, Mendengkur?
Tue, 1 Sep 2026Saat melihat anak kecil tidur, kita biasanya membayangkan suasana yang tenang dan damai. Namun, bagaimana jika si kecil justru mengeluarkan suara mendengkur alias ngorok yang cukup keras? Banyak orang tua menganggap kebiasaan mendengkur pada anak adalah hal yang lucu atau tanda bahwa mereka tertidur sangat nyenyak. Padahal, kebiasaan ngorok pada usia dini bisa menjadi sinyal adanya masalah kesehatan yang memerlukan perhatian serius.
Berdasarkan pedoman resmi dari American Academy of Pediatrics (AAP), kebiasaan mendengkur secara rutin pada anak-anak dapat menjadi salah satu tanda utama dari Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSAS) atau sindrom apnea tidur obstruktif. Kondisi ini terjadi akibat adanya hambatan pada saluran pernapasan saat anak sedang tertidur. Masalah ini tidak boleh disepelekan karena jika dibiarkan tanpa penanganan, OSAS pada anak dapat memicu berbagai komplikasi kesehatan dan menurunkan kualitas hidup mereka secara signifikan.
Meskipun sebagian besar anak yang mengalami OSAS pasti mendengkur, laporan ilmiah menunjukkan bahwa para orang tua sangat jarang menceritakan atau mengonsultasikan masalah mendengkur ini saat datang menemui dokter. Menemukan dan mendeteksi gejala ini sejak awal sangat bermanfaat untuk membantu meredakan keluhan, menjaga kualitas tidur yang ideal, serta mencegah terjadinya dampak buruk jangka panjang pada tumbuh kembang si kecil.
Lalu, bagaimana cara memastikan apakah kebiasaan ngorok tersebut berbahaya atau tidak? Menurut panduan dari American Academy of Pediatrics, jika seorang anak menunjukkan gejala mendengkur yang teratur, langkah diagnostik paling akurat dan direkomendasikan adalah melalui pemeriksaan khusus yang disebut polysomnography (polisomnografi). Pemeriksaan polisomnografi ini dilakukan khusus untuk merekam aktivitas gelombang otak, kadar oksigen, pola napas, serta detak jantung anak sepanjang malam saat mereka tertidur lelap. Hasil dari pemeriksaan objektif ini akan membantu dokter untuk melakukan penilaian yang tepat mengenai tingkat keparahan gangguan tidur yang dialami si kecil. Jadi, jangan tunda untuk mengamati pola tidur buah hati Anda demi menjaga kesehatan mereka sejak dini.
