Inspirasi Sehat
Manfaat Periksa Kadar Besi (Serum Iron)
Mon, 16 Feb 2026Sering merasa lelah berkepanjangan alias chronic fatigue padahal sudah tidur cukup? Atau kulit terlihat lebih pucat dari biasanya? Jangan buru-buru menyalahkan jadwal kuliah atau kerjaan yang padat. Bisa jadi, tubuh sedang memberi sinyal adanya gangguan pada kadar zat besi melalui pemeriksaan Serum Iron.
Dalam dunia medis, Serum Iron adalah tes darah untuk mengukur jumlah zat besi yang terikat dalam serum (bagian cair darah). Pemeriksaan ini krusial karena zat besi adalah bahan bakar utama tubuh untuk memproduksi sel darah merah yang sehat.
Zat besi merupakan mineral esensial sebagai komponen utama hemoglobin dalam sel darah merah yang berfungsi mengikat dan mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi bisa menimbulkan beberapa penyakit diantaranya adalah penyakit anemia atau kurang darah, demikian juga bila zat level zat besi ini berlebihan. Pemeriksaan Serum Iron adalah pemeriksaan laboratorium untuk mengukur jumlah zat besi (Fe) yang beredar dalam darah dan terikat pada protein pengangkutnya (tranferin).
Indikasi Pemeriksaan
Serum Iron diperiksa bila dicurigai :
- Anemia defisiensi besi
- Anemia penyakit kronis
- adanya pendarahan kronis
- Gangguan nutrisi
- Hemokromatosis (Kelebihan besi)
Sampel dan Persiapan: Prosedur pemeriksaan ini relatif cepat. Petugas laboratorium akan mengambil sampel darah dari pembuluh darah vena di lengan. Meski prosedurnya standar, persiapan sebelum tes sangat menentukan akurasi hasil.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Kadar serum iron berfluktuasi harian (lebih tinggi pagi hari).
Makanan atau suplemen besi sebelum pemeriksaan dapat memengaruhi hasil.
Pemeriksaan biasanya dianjurkan dalam kondisi puasa pagi hari.
Catatan Penting
Serum iron tidak mencerminkan total cadangan besi tubuh.
Untuk menilai cadangan besi, ferritin lebih akurat.
Jadi, jika gejala sesak napas atau lelah ekstrem mulai mengganggu produktivitas, segera jadwalkan pemeriksaan Serum Iron. Diagnosis yang tepat akan membantu dokter memberikan penanganan yang akurat sebelum komplikasi terjadi.
