Inspirasi Sehat
Kenapa Mata Terasa Berat dan Sulit Fokus Setelah Makan Siang?
Fri, 25 Sep 2026Rasa kantuk berat yang muncul tepat setelah makan siang mungkin sudah jadi keluhan yang familiar, terutama bagi mahasiswa dan pekerja yang punya jadwal padat. Banyak yang langsung menganggap ini murni akibat dari menu makan siang, apalagi kalau porsinya cukup besar dan tinggi karbohidrat. Namun, penjelasannya ternyata lebih kompleks dari sekadar "kekenyangan".
Secara ilmiah, makanan yang tinggi karbohidrat dapat meningkatkan kadar triptofan di dalam otak. Triptofan sendiri merupakan bahan dasar pembentukan serotonin, salah satu hormon yang berkaitan dengan rasa kantuk. Inilah sebabnya, makan siang dengan porsi karbohidrat besar sering dikaitkan dengan rasa mengantuk yang datang tidak lama setelahnya.
Meski begitu, sebuah penelitian yang dilakukan pada mahasiswa justru menemukan hal yang lebih menarik. Dari berbagai faktor yang diteliti, mulai dari asupan karbohidrat, protein, lemak, hingga aktivitas fisik, faktor yang paling kuat dan konsisten berhubungan dengan rasa mengantuk adalah durasi tidur malam. Mahasiswa yang tidur kurang dari delapan jam per hari terbukti jauh lebih berisiko mengalami kantuk sepanjang hari dibandingkan mereka yang tidur cukup.
Selain durasi tidur, penelitian tersebut juga menyoroti pentingnya asupan zat besi. Mahasiswa yang sering mengantuk cenderung memiliki asupan zat besi yang lebih rendah dari kebutuhan harian, sehingga disarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan sumber zat besi, terutama dari sumber hewani seperti daging.
Dengan kata lain, rasa kantuk setelah makan siang bukan cuma soal apa yang dimakan siang itu, tetapi juga cerminan dari kualitas tidur malam sebelumnya dan kecukupan gizi harian secara keseluruhan. Jadi, sebelum menyalahkan menu makan siang, ada baiknya mengevaluasi jam tidur malam terlebih dahulu, apakah sudah cukup delapan jam atau belum.
Bagi yang sering merasa sulit fokus di siang hari, memperbaiki pola tidur dan memperhatikan asupan zat besi bisa menjadi langkah awal yang sederhana namun berdampak. Konsultasi dengan ahli gizi atau tenaga kesehatan juga bisa membantu memahami kebutuhan tubuh secara lebih personal.
