Inspirasi Sehat

Kenapa Bayi Saya Kuning Ya?

Tue, 11 Aug 2026

Halo #sahabatpramita. Kelahiran buah hati merupakan momen yang sangat membahagiakan. Namun, tidak jarang kebahagiaan tersebut disertai rasa cemas ketika melihat kulit atau bagian putih mata si kecil perlahan berubah warna menjadi kuning. Kondisi ini sangat sering ditemukan pada bayi baru lahir, dengan persentase kejadian mencapai 50-70% pada bayi cukup bulan dan meningkat hingga 80-90% pada bayi prematur. 

Dalam dunia medis, perubahan warna ini disebut ikterus neonatorum atau hiperbilirubinemia. Kondisi ini terjadi akibat adanya penumpukan zat bernama bilirubin tak terkonjugasi di dalam darah dan jaringan tubuh bayi. Warna kuning tersebut umumnya mulai terlihat secara kasat mata ketika kadar bilirubin total di dalam darah mencapai angka 5 hingga 7 mg/dL. 

Meskipun sebagian besar kasus bersifat sementara dan dapat membaik dengan sendirinya, orang tua tetap harus waspada karena bilirubin memiliki potensi racun yang berbahaya bagi sistem saraf pusat bayi. Jika kadar zat ini melonjak terlalu tinggi dan terlambat didiagnosis, bayi bisa mengalami komplikasi yang disebut bilirubin ensefalopati akut. Gejala awalnya ditandai dengan refleks hisap yang memburuk, gerakan menangis yang melemah, serta tubuh bayi yang tampak lunglai atau lemas. Jika terus berlanjut tanpa penanganan, kondisi ini bisa memicu kerusakan otak permanen yang disebut kernicterus, yang mengakibatkan gangguan pendengaran hingga gangguan motorik jangka panjang. 

Oleh karena itu, tindakan penapisan awal melalui laboratorium klinik sangatlah krusial karena pemeriksaan visual saja tidak cukup akurat untuk menentukan tingkat keparahan. Bila diperlukan , dokter dapat melakukan pemeriksaan darah Total Serum Bilirubin (TSB) di laboratorium. Dalam kondisi tertentu, pemeriksaan tambahan seperti golongan darah dan rhesus, G6PD, serta urinalisa dapat pula disarankan oleh dokter. 

 

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA