Inspirasi Sehat
Keluhan Pencernaan Berulang? Kenali Pemeriksaan Laboratorium untuk Penyakit CROHN
Thu, 10 Sep 2026Keluhan pencernaan yang muncul berulang kali tidak selalu dapat dinilai hanya berdasarkan gejala. Pada kondisi tertentu, diperlukan investigasi medis yang lebih mendalam untuk mengetahui penyebabnya, termasuk ketika terdapat dugaan penyakit Crohn.
Penyakit Crohn merupakan kondisi yang melibatkan peradangan pada saluran pencernaan. Untuk membantu dokter memperoleh gambaran mengenai kondisi tubuh dan saluran cerna, beberapa kelompok pemeriksaan laboratorium dapat dilakukan.
1. Pemeriksaan Darah dan Penanda Peradangan
Pemeriksaan darah lengkap dapat membantu melihat perubahan parameter hematologi, termasuk peningkatan sel darah putih yang dapat berkaitan dengan proses infeksi atau inflamasi.
Pemeriksaan ini dapat dikombinasikan dengan serum iron dan ferritin untuk menilai cadangan zat besi serta membantu mendeteksi risiko anemia akibat gangguan penyerapan nutrisi di saluran pencernaan.
Sementara itu, C-Reactive Protein (CRP) dan Laju Endap Darah (LED) digunakan sebagai indikator inflamasi sistemik yang membantu memberikan gambaran mengenai aktivitas peradangan dalam tubuh.
2. Pemeriksaan Biokimia dan Status Nutrisi
Penyakit yang berlangsung kronis pada saluran pencernaan dapat memengaruhi status nutrisi seseorang.
Pemeriksaan albumin dan total protein dapat digunakan untuk mengevaluasi kecukupan protein tubuh, terutama ketika terdapat gangguan atau kerusakan kronis pada dinding usus.
Selain itu, pemeriksaan vitamin D dan vitamin B12 dapat membantu memantau status mikronutrien karena gangguan pada bagian tertentu dari saluran pencernaan dapat memengaruhi proses penyerapan vitamin.
3. Analisis Feses
Salah satu parameter penting dalam evaluasi inflamasi usus adalah fecal calprotectin. Biomarker ini membantu mendeteksi adanya aktivitas sel darah putih pada saluran pencernaan akibat proses inflamasi.
Fecal calprotectin juga dapat membantu membedakan kondisi inflamasi seperti penyakit Crohn dari gangguan usus fungsional seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS).
Analisis feses dapat dilengkapi dengan Fecal Occult Blood Test (FOBT) untuk mendeteksi perdarahan samar yang tidak terlihat secara kasatmata serta kultur feses untuk membantu menyingkirkan kemungkinan infeksi bakteri.
Pemeriksaan yang Saling Melengkapi
Tidak hanya satu parameter yang digunakan untuk mengevaluasi keluhan pencernaan berulang. Kombinasi pemeriksaan darah, indikator inflamasi, penilaian status nutrisi, dan analisis feses dapat memberikan informasi yang saling melengkapi.
Hasil pemeriksaan tersebut dapat membantu dokter menentukan langkah diagnostik dan penanganan selanjutnya sesuai kondisi pasien.
Jika keluhan pencernaan terjadi berulang atau tidak kunjung membaik, jangan menunda konsultasi dengan dokter. Lakukan pemeriksaan yang diperlukan sesuai rekomendasi tenaga medis bersama PRAMITA.
