Inspirasi Sehat

Keguguran Berulang Bukan Hanya Karena Toxoplasma saja

Mon, 20 Jul 2026

Kehamilan pertama tentu menjadi momen yang sangat dinantikan oleh setiap pasangan. Namun, kebahagiaan tersebut bisa berubah menjadi kesedihan mendalam jika terjadi keguguran, terlebih jika kondisi tersebut sampai terjadi berulang kali. Di tengah masyarakat, banyak anggapan yang langsung menyalahkan infeksi parasit seperti Toxoplasma sebagai satu-satunya penyebab utama keguguran. Padahal, dari sudut pandang imunologis, ada faktor tersembunyi lain yang kerap diabaikan, yaitu kondisi pengentalan darah akibat masalah kekebalan tubuh yang dikenal sebagai Sindrom Antifosfolipid atau Antiphospholipid Syndrome (APS). 

Secara medis, Sindrom Antifosfolipid adalah gangguan sistem kekebalan tubuh di mana tubuh secara keliru memproduksi antibodi abnormal. Antibodi ini menyerang dinding pembuluh darah dan jaringan plasenta, yaitu organ yang bertugas menyalurkan nutrisi serta oksigen ke janin. Akibatnya, terjadi kerusakan pembuluh darah dan pembentukan sumbatan atau pembekuan darah di area plasenta. Hambatan aliran darah inilah yang mengganggu perkembangan janin, merusak fungsi plasenta, dan akhirnya memicu keguguran berulang secara berturut-turut pada trimester pertama kehamilan. 

Kondisi ini tentu membutuhkan deteksi medis yang akurat agar dapat diantisipasi sejak dini. Salah satu pilar utama untuk mendeteksi keberadaan zat antibodi abnormal yang memicu pembekuan darah ini adalah dengan melakukan Pemeriksaan ACA (Antibodi Antikardiolipin) IgG/IgM. Melalui pemeriksaan laboratorium ini, tim medis dapat mengukur kadar antibodi antikardiolipin jenis IgG dan IgM di dalam darah secara presisi. Dengan mendeteksi masalah ini lebih awal, dokter dapat merencanakan terapi yang sesuai demi melindungi kehamilan Anda. 

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA