Inspirasi Sehat

Habis Healing Terbitlah Pusing? Tips Atasi Post-Holiday Blues 

Fri, 2 Jan 2026

Habis Healing Terbitlah Pusing? Tips Atasi Post-Holiday Blues 

Pernah tidak, baru saja sampai rumah setelah liburan seru, tapi bukannya merasa segar, kamu malah merasa kosong? Rasanya sedih, malas melakukan apa-apa, dan cemas memikirkan rutinitas esok hari. Tenang, kamu tidak sendirian dan perasaan itu valid. Kondisi ini punya nama medis: Post-Holiday Blues.

Singkatnya, ini adalah kondisi kaget budaya versi mental. Otak kamu yang sebelumnya dibanjiri hormon kebahagiaan saat liburan, tiba-tiba ditarik paksa kembali ke realita. Akibatnya, mood jadi berantakan, susah fokus, bahkan insomnia.

Tanda Kamu Mengalami Post-Holiday Blues
Coba cek apakah kamu merasakan hal-hal ini:

  • Merasa hampa saat bongkar koper.
  • Sumbu pendek alias gampang marah tanpa sebab.
  • Nostalgia berlebihan sama momen liburan kemarin.
  • Kehilangan motivasi kerja, rasanya ingin resign saja.

Kenapa Bisa Terjadi?

Saat liburan, adrenalin dan dopamin kamu tinggi. Ketika itu berhenti mendadak, otak mengalami fase withdrawal atau penarikan. Ditambah lagi kalau kamu pulang mepet dengan hari kerja, tubuh belum sempat istirahat, mental sudah dihajar deadline.

Cara Simpel Biar Cepat Pulih
Jangan biarkan galau ini berlarut-larut. Coba lakukan ini:

  1. Kasih Jeda Istirahat: Jangan pulang di hari terakhir liburan. Usahakan sampai di rumah H-1 atau H-2 sebelum masuk kerja. Tubuh butuh adaptasi suhu kasur.
  2. Plan Next Trip: Terdengar klise, tapi ampuh. Rencanakan liburan berikutnya tipis-tipis. Ini bikin otak punya harapan baru dan semangat kerja balik lagi.
  3. Dokumentasikan Memori: Cetak foto atau edit video liburanmu. Ini membantu otak memproses bahwa liburan itu memang sudah selesai tapi kenangannya abadi.
  4. Hidup Sehat Dikit: Kurangi begadang maraton film. Coba olahraga ringan dan makan cokelat hitam atau teh hijau buat memancing mood baik.

Kalau sedihnya tidak hilang sampai berminggu-minggu dan mengganggu fungsi hidup, jangan ragu konsultasi ke profesional seperti psikolog ya.

 

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA