Inspirasi Sehat
Gigi Berlobang Bisa Pengaruhi Prestasi Sekolah?
Tue, 26 May 2026Sering menganggap remeh gigi berlubang pada anak atau adik kecil di rumah? Sebaiknya ubah pola pikir tersebut dari sekarang. Masalah kesehatan gigi ternyata punya dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar rasa nyeri sesaat.
Bagi jutaan anak, masalah gigi berarti harus menahan sakit yang terus-menerus, kesulitan mengunyah, hingga rasa malu karena gigi yang rusak. Rasa sakit akut akibat gigi berlubang bahkan memiliki dampak yang sama parahnya dengan penyakit asma. Secara mental, anak dengan masalah gigi cenderung merasa kurang berharga, pemalu, sedih, atau depresi. Hal ini jelas membuat mereka menjadi kurang ramah dan sulit bergaul.
Di sekolah, dampaknya semakin nyata. Anak sering kali tidak bisa mengungkapkan rasa sakit yang mereka alami. Guru di sekolah mungkin hanya melihat anak tersebut sulit fokus, cemas, mudah lelah, dan menarik diri dari aktivitas kelas. Penyakit mulut bisa memicu penurunan nafsu makan, kurangnya perhatian, dan pada akhirnya menyebabkan kegagalan akademis. Sakit gigi membuat anak kesulitan mengerjakan pekerjaan rumah dan sangat berisiko mendapatkan nilai buruk. Siswa yang menderita sakit gigi hampir empat kali lebih rentan memiliki nilai rata-rata di bawah standar.
Selain itu, kondisi gigi yang buruk membuat anak lebih sering absen. Rata-rata, mereka melewatkan hampir satu hari sekolah lebih banyak setiap tahunnya dibandingkan anak dengan gigi sehat. Terus-terusan bolos dari sekolah akibat infeksi mulut tentu akan mengganggu performa belajar mereka secara keseluruhan.
Kesehatan gigi adalah investasi masa depan. Jangan tunggu sampai anak menangis kesakitan atau prestasinya menurun tajam.
