Inspirasi Sehat

Energy Drink: Melek Sekejap, Insulin Terpengaruh?

Fri, 9 Oct 2026

Minuman berenergi kerap menjadi pilihan populer bagi kalangan muda untuk mengusir rasa kantuk dan meningkatkan fokus saat beraktivitas hingga larut malam. Rasa segar dan sensasi bertenaga yang dihasilkan sering kali dianggap sebagai solusi instan. Namun, tahukah bahwa konsumsi minuman ini dalam jumlah banyak memberikan efek mendadak pada sistem metabolisme dan pembuluh darah? 

Berdasarkan hasil uji klinis pada dewasa muda sehat, konsumsi minuman berenergi bervolume tinggi memberikan perubahan metabolik akut. Dalam kurun waktu satu jam setelah dikonsumsi, terjadi peningkatan tekanan darah sistolik serta perubahan gelombang kelistrikan jantung. Perubahan ini umumnya memuncak pada jam pertama dan perlahan kembali normal setelah beberapa jam. 

Di samping sistem pembuluh darah, jaringan metabolisme tubuh juga memberikan respons signifikan. Penelitian mencatat adanya penurunan kadar gula darah yang diiringi lonjakan kadar hormon insulin di dalam darah. Penumpukan insulin dengan gula darah yang rendah ini mengindikasikan terjadinya penurunan sensitivitas insulin atau peningkatan resistensi insulin sementara (ditandai dengan kenaikan indeks HOMA-IR). Perlu dipahami bahwa hasil ini tidak berarti minuman berenergi secara otomatis menyebabkan penyakit gula, melainkan menunjukkan respons tubuh yang bekerja ekstra keras mengolah kandungan minuman tersebut secara mendadak. 

Guna memastikan kondisi tubuh tetap seimbang, pemantauan kesehatan secara berkala sangat dianjurkan. Pemeriksaan laboratorium yang disarankan meliputi tes gula darah puasa, kadar insulin serum, evaluasi resistensi insulin (HOMA-IR), serta pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) untuk memantau irama jantung. Melalui pemeriksaan rutin, kesehatan metabolisme dan pembuluh darah dapat selalu terpelihara dengan baik bersama #sahabatpramita. 
 

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA