Inspirasi Sehat
Deteksi Dini Preeklamsia
Thu, 27 Aug 2026Kehamilan merupakan perjalanan yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara rutin. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah preeklamsia, yaitu gangguan hipertensi yang umumnya terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu dan dapat menimbulkan komplikasi serius bagi ibu maupun bayi.
Menurut World Health Organization (WHO), preeklamsia diperkirakan terjadi pada sekitar 3–8% perempuan yang melahirkan di dunia. Gangguan hipertensi pada kehamilan juga berkontribusi terhadap sekitar 16% kematian ibu secara global atau sekitar 42.000 kematian pada 2023. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI pada April 2026 menyebut preeklamsia dan eklamsia sebagai penyebab kematian ibu terbesar kedua dengan kontribusi sekitar 25% dari total kasus.
Siapa yang Lebih Berisiko?
Risiko preeklamsia dapat meningkat pada kehamilan pertama, kehamilan kembar, obesitas, usia ibu 35 tahun atau lebih, serta pada ibu dengan riwayat hipertensi kronis, diabetes, penyakit ginjal, riwayat preeklamsia sebelumnya, atau riwayat keluarga dengan preeklamsia.
Memiliki faktor risiko bukan berarti preeklamsia pasti terjadi. Namun, kondisi tersebut dapat menjadi alasan bagi dokter untuk melakukan pemantauan lebih ketat selama kehamilan.
Pemeriksaan yang Berkaitan dengan Preeklamsia
Pemeriksaan tekanan darah menjadi bagian penting dalam deteksi preeklamsia. Tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih setelah usia kehamilan 20 minggu memerlukan evaluasi lebih lanjut, terutama pada ibu yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal.
Selain pemeriksaan klinis, dokter dapat mempertimbangkan beberapa pemeriksaan laboratorium, antara lain:
-
Protein urine, untuk mengetahui adanya peningkatan protein yang dapat berkaitan dengan gangguan fungsi ginjal.
-
Hematologi lengkap, terutama jumlah trombosit. Penurunan trombosit dapat menjadi salah satu tanda kondisi yang lebih berat.
-
Fungsi hati, termasuk SGOT/AST dan SGPT/ALT, untuk menilai kemungkinan keterlibatan hati.
-
Fungsi ginjal, terutama kreatinin, dan pemeriksaan lain sesuai kondisi klinis.
-
Pada kondisi tertentu dengan dugaan preeklamsia prematur, pemeriksaan berbasis PlGF atau rasio sFlt-1/PlGF dapat digunakan bersama penilaian klinis untuk membantu mengevaluasi kemungkinan preeklamsia. Pemeriksaan ini bukan pengganti pemeriksaan dokter dan tidak digunakan sebagai satu-satunya dasar diagnosis.
Preeklamsia tidak selalu menimbulkan gejala pada tahap awal. Bila muncul sakit kepala berat, gangguan penglihatan, nyeri perut bagian atas, sesak napas, atau tekanan darah sangat tinggi, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.
Pemeriksaan kehamilan secara teratur membantu tenaga kesehatan mengenali perubahan tekanan darah dan kondisi organ lebih awal sehingga penanganan dapat diberikan sesuai kebutuhan. Deteksi dini bukan berarti menjamin preeklamsia dapat dicegah, tetapi dapat membantu mengurangi risiko komplikasi melalui pemantauan dan penanganan yang tepat.
