Inspirasi Sehat
Deteksi Dini Kanker Paru, Jangan Menunggu Gejala
Thu, 30 Jul 2026Kanker paru masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di dunia. Berdasarkan data kanker global 2022, terdapat hampir 2,5 juta kasus baru kanker paru. Penyakit ini juga menyebabkan sekitar 1,8 juta kematian atau 18,7% dari seluruh kematian akibat kanker di dunia.
Tingginya angka tersebut menunjukkan pentingnya mengenali faktor risiko, memperhatikan gejala, dan melakukan pemeriksaan sesuai anjuran dokter. Deteksi dini bukan berarti melakukan semua jenis pemeriksaan, tetapi memilih pemeriksaan yang tepat berdasarkan usia, riwayat merokok, paparan lingkungan, keluhan, dan kondisi kesehatan.
Pemeriksaan Penunjang Kanker Paru
Pemeriksaan darah lengkap dapat membantu dokter mengevaluasi anemia, infeksi, atau kondisi peradangan. Namun, pemeriksaan ini tidak dapat digunakan secara khusus untuk memastikan ada atau tidaknya kanker paru.
Pemeriksaan fungsi hati, seperti SGOT, SGPT, dan bilirubin, dapat digunakan untuk menilai kondisi hati. Pemeriksaan elektrolit, meliputi natrium, kalium, dan klorida, membantu mengevaluasi keseimbangan cairan dan elektrolit, terutama pada pasien yang mengalami muntah, diare, atau berkurangnya nafsu makan.
Tumor marker seperti CEA, NSE, SCC antigen, dan CYFRA 21-1 dapat memberikan informasi tambahan pada kondisi tertentu. Hasil tumor marker tidak dapat digunakan sendiri untuk memastikan diagnosis karena kadarnya juga dapat berubah akibat kondisi selain kanker.
Sitologi sputum dilakukan dengan memeriksa sampel dahak untuk mencari sel abnormal. Pemeriksaan EKG dapat membantu mengevaluasi apakah nyeri dada, jantung berdebar, atau sesak napas berkaitan dengan gangguan jantung. Sementara itu, spirometri digunakan untuk mengukur fungsi paru dan membantu mengevaluasi penyakit seperti PPOK.
Rontgen thorax dapat memperlihatkan massa, nodul, atau kelainan lain di rongga dada. Namun, rontgen, sitologi sputum, dan pemeriksaan biomarker tidak terbukti menurunkan angka kematian apabila digunakan sebagai metode skrining kanker paru pada masyarakat umum.
Pada kelompok tertentu dengan risiko tinggi, skrining menggunakan CT scan dosis rendah atau LDCT dapat dipertimbangkan setelah konsultasi dengan dokter. Pemeriksaan ini telah terbukti membantu menemukan kanker paru lebih dini dan menurunkan risiko kematian pada kelompok yang sesuai.
Sahabat PRAMITA yang mengalami batuk berkepanjangan, batuk berdarah, sesak napas, nyeri dada, suara serak, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Deteksi dini bukan tanda ketakutan, melainkan langkah kewaspadaan untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
