Inspirasi Sehat

Detak Jantung Tak Teratur? Kenali Aritmia

Wed, 23 Sep 2026

Jantung bukan hanya berfungsi sebagai pompa yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Di dalamnya terdapat sistem kelistrikan yang mengatur kapan dan seberapa teratur jantung berkontraksi.

Dalam kondisi normal, impuls listrik dimulai dari nodus sinus atau sinoatrial node yang berada di atrium kanan. Sinyal kemudian menyebar melalui jantung sehingga ruang-ruang jantung dapat berkontraksi secara terkoordinasi dan memompa darah dengan efektif. Pada orang dewasa sehat, denyut jantung saat istirahat umumnya berada di kisaran 60–100 kali per menit.

Apa Itu Aritmia?

Aritmia adalah gangguan pada kecepatan atau irama denyut jantung akibat perubahan pembentukan atau perjalanan sinyal listrik jantung. Jantung dapat berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau dengan pola yang tidak teratur.

Takikardia merupakan istilah untuk denyut jantung yang terlalu cepat, sedangkan bradikardia mengacu pada denyut yang terlalu lambat. Salah satu bentuk gangguan irama yang banyak dikenal adalah fibrilasi atrium atau atrial fibrillation, yaitu kondisi ketika aktivitas listrik di ruang atas jantung menjadi tidak teratur.

Gejala yang Perlu Diperhatikan

Aritmia tidak selalu menimbulkan gejala. Pada sebagian orang, gangguan irama jantung justru ditemukan saat pemeriksaan kesehatan rutin.

Ketika muncul, keluhannya dapat berupa jantung berdebar atau terasa berdetak sangat kuat, denyut terasa terlalu cepat atau lambat, mudah lelah, pusing, sesak napas, hingga rasa tidak nyaman pada dada. Beberapa orang juga dapat mengalami hampir pingsan atau kehilangan kesadaran.

Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko

Gangguan irama jantung dapat berkaitan dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan tiroid, sleep apnea, perubahan kadar elektrolit, pertambahan usia, serta kondisi atau obat tertentu. Stres, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan penggunaan zat stimulan juga dapat berperan pada sebagian kasus.

Kafein juga dapat memicu palpitasi atau gangguan irama pada sebagian orang, terutama bila dikonsumsi berlebihan atau terdapat faktor risiko tertentu. Namun, respons terhadap kafein dapat berbeda pada setiap individu sehingga keluhan perlu dinilai berdasarkan kondisi klinis masing-masing.

Bagaimana Aritmia Diperiksa?

Elektrokardiogram atau EKG merupakan pemeriksaan utama untuk merekam aktivitas listrik jantung dan membantu mengidentifikasi gangguan irama. Jika keluhan muncul hanya sesekali, dokter dapat mempertimbangkan pemantauan lebih lama menggunakan Holter monitor atau perangkat pemantau irama lainnya. Pemeriksaan darah juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi elektrolit atau hormon tiroid bila diperlukan.

Sahabat PRAMITA, jangan abaikan keluhan jantung berdebar yang berulang, terutama bila disertai sesak napas, pusing, mudah lelah, atau rasa tidak nyaman pada dada. Nyeri dada, sesak napas berat, atau pingsan memerlukan pertolongan medis segera.

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA