Inspirasi Sehat

Biar Gak "Sakaw" Kopi Saat Puasa

Fri, 20 Feb 2026

Bagi kaum pekerja kreatif dan korporat, kopi bukan sekadar minuman, tapi bahan bakar utama untuk bertahan hidup. Namun, masalah klasik selalu muncul di hari pertama Ramadan: sakit kepala hebat, lemas, dan mood yang berantakan.

Banyak yang mengira ini karena lapar atau dehidrasi, padahal penyebab utamanya seringkali adalah Caffeine Withdrawal. Tubuh yang terbiasa mendapat asupan kafein tiba-tiba diputus total pasokannya, menyebabkan pembuluh darah di otak melebar dan memicu rasa sakit berdenyut.

Jangan sampai produktivitas kerja dan ibadah terganggu karena "sakaw" kopi. Solusinya bukan berhenti total secara mendadak (cold turkey), melainkan strategi Tapering Off atau pengurangan bertahap. Cleveland Clinic menyarankan untuk mulai mengurangi dosis kafeinsecara bertahap.

Strateginya sederhana. Jika biasanya minum dua gelas full sehari, mulai besok kurangi jadi satu setengah gelas. Lusa, kurangi lagi jadi satu gelas, atau campur setengah kopi biasa dengan setengah kopi decaf. Lakukan ini secara konsisten selama Ramadan.

Selain itu, perbanyak minum air putih. Hidrasi yang cukup membantu tubuh membuang sisa metabolisme dan mengurangi intensitas sakit kepala saat tubuh mulai beradaptasi tanpa kafein. Jadi, saat puasa, tubuh sudah tidak kaget dan kalian tetap bisa fokus bekerja tanpa drama sakit kepala.

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA