Inspirasi Sehat

Berat Badan Berubah Tiba-Tiba? Waspadai Gangguan Tiroid

Wed, 16 Sep 2026

Berat badan naik atau turun tanpa perubahan pola makan yang jelas tidak selalu disebabkan oleh pola hidup. Salah satu kondisi yang perlu dipertimbangkan adalah gangguan fungsi kelenjar tiroid. Meski demikian, perubahan berat badan saja tidak cukup untuk memastikan adanya penyakit tiroid karena keluhan serupa dapat terjadi pada berbagai kondisi kesehatan lainnya.

Kelenjar tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher. Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3), yang berperan dalam mengatur penggunaan energi oleh tubuh. Karena itu, hormon tiroid dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk metabolisme, denyut jantung, suhu tubuh, pencernaan, dan berat badan.

Ketika Hormon Tiroid Terlalu Tinggi

Hipertiroid adalah kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid lebih banyak daripada yang dibutuhkan tubuh. Gejalanya dapat berupa penurunan berat badan, jantung berdebar atau berdetak tidak teratur, tangan gemetar, mudah berkeringat, tidak tahan terhadap udara panas, sulit tidur, serta lebih sering buang air besar.

Salah satu penyebab hipertiroid adalah Graves’ disease, yaitu gangguan autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh merangsang tiroid untuk memproduksi hormon secara berlebihan. Pada sebagian penderita, Graves’ disease juga dapat melibatkan mata sehingga muncul keluhan seperti mata merah, rasa tidak nyaman, penglihatan ganda, hingga mata tampak lebih menonjol.

Ketika Hormon Tiroid Terlalu Rendah

Sebaliknya, hipotiroid terjadi ketika tubuh tidak memperoleh hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. Keluhan dapat berkembang perlahan dan berbeda pada setiap orang. Beberapa gejala yang sering ditemukan antara lain mudah lelah, berat badan bertambah, lebih sensitif terhadap udara dingin, kulit kering, rambut kering atau menipis, denyut jantung melambat, serta konstipasi atau sulit buang air besar.

Gejala Saja Belum Cukup untuk Menentukan Diagnosis

Keluhan hipertiroid maupun hipotiroid dapat menyerupai kondisi kesehatan lainnya. Karena itu, diagnosis tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan gejala. Dokter akan mempertimbangkan riwayat kesehatan, melakukan pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan melakukan pemeriksaan laboratorium.

Pemeriksaan TSH (thyroid-stimulating hormone) umumnya menjadi salah satu pemeriksaan awal untuk menilai fungsi tiroid. Dokter dapat melanjutkan dengan pemeriksaan free T4, T3, atau antibodi tiroid sesuai kondisi klinis dan hasil pemeriksaan sebelumnya. Secara umum, kadar TSH yang tinggi lebih sering berkaitan dengan hipotiroid, sedangkan kadar TSH yang rendah dapat mengarah pada hipertiroid, tetapi interpretasinya tetap harus mempertimbangkan pemeriksaan lain dan kondisi pasien.

Jika mengalami perubahan berat badan tanpa sebab yang jelas disertai jantung berdebar, mudah berkeringat, tangan gemetar, mudah lelah, intoleransi terhadap suhu panas atau dingin, kulit kering, maupun perubahan pola buang air besar, konsultasikan dengan dokter. Pemeriksaan yang tepat membantu mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan sesuai kondisi.

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA