Inspirasi Sehat
Anak Sering Memar, Wajar Gak Sih?
Tue, 6 Oct 2026Anak Mudah Memar, Kapan Harus Waspada?
Melihat memar biru keunguan di kaki anak sebenarnya bukan hal yang aneh, apalagi untuk anak yang baru belajar berjalan atau lagi senang-senangnya berlarian. Memar seperti ini umumnya wajar, muncul di area kaki, tidak disertai gejala lain, dan tidak ada riwayat serupa di keluarga.
Namun, ada situasi tertentu yang sebaiknya membuat orang tua lebih waspada. Salah satu tandanya adalah lokasi memar yang tidak biasa, misalnya muncul di area badan, leher, atau wajah. Selain itu, perhatikan juga apakah memar disertai bintik merah kecil di kulit, gusi yang mudah berdarah, atau anak pernah mengalami perdarahan yang cukup lama setelah cabut gigi maupun tindakan operasi kecil.
Riwayat keluarga juga menjadi salah satu hal yang perlu digali lebih dalam. Meski begitu, riwayat keluarga yang negatif bukan berarti sepenuhnya aman, karena beberapa kondisi bawaan justru sering tidak terdeteksi dalam keluarga sampai benar-benar diperiksa. Penggunaan obat tertentu seperti obat semprot steroid untuk saluran napas dalam jangka panjang, obat pereda nyeri golongan tertentu, hingga obat kejang, juga dapat membuat anak lebih mudah memar untuk sementara waktu.
Perlu diketahui, memar pada bayi yang belum genap berusia 9 bulan tergolong jarang terjadi secara wajar, sehingga penyebabnya sebaiknya selalu ditelusuri lebih lanjut oleh tenaga medis.
Penyebab memar yang mudah muncul ini cukup beragam, mulai dari gangguan jumlah sel pembeku darah, gangguan fungsi sel pembeku darah, gangguan faktor pembekuan darah bawaan, kekurangan vitamin K, hingga gangguan jaringan penyokong pembuluh darah. Karena penyebabnya beragam dan memerlukan pemeriksaan spesifik, langkah paling tepat bagi orang tua adalah tidak menyimpulkan sendiri, melainkan segera memeriksakan anak ke dokter.
Pemeriksaan awal yang umum dilakukan meliputi pemeriksaan darah lengkap dan tes pembekuan darah sederhana. Dari hasil ini, dokter dapat menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan atau rujukan ke dokter spesialis.
Mengenali pola memar yang wajar dan yang perlu diwaspadai membantu orang tua memberikan penanganan yang tepat waktu bagi si kecil, sekaligus memberikan rasa tenang karena penyebabnya sudah jelas.
