Inspirasi Sehat

Anak Jadi Picky Eater? Bisa Jadi Defisiensi Zinc

Tue, 19 May 2026

Menghadapi anak yang tiba-tiba menjadi picky eater atau sangat pemilih makanan memang bisa membuat frustrasi. Kemarin masih lahap makan sayur dan daging, hari ini mendadak menolak semuanya dan hanya mau makan satu jenis makanan saja. Sebelum marah atau melabeli anak sebagai anak yang susah diatur, coba cek dulu kondisi fisiknya. Ternyata, keengganan anak untuk makan bisa jadi bukan karena masalah perilaku, melainkan masalah pada indra pengecapnya yang dipicu oleh kekurangan Zinc (Seng).

Dalam sebuah Systematic Review dan Meta-Analysis yang dipublikasikan di National Center for Biotechnology Information (NCBI), para ahli menemukan kaitan erat antara kadar zinc dalam tubuh dengan fungsi indra perasa. Zinc adalah elemen penting yang mendukung fungsi kuncup pengecap (taste buds) di lidah. Ketika tubuh kekurangan zinc, produksi protein khusus bernama gustin dalam air liur akan menurun drastis. Padahal, gustin inilah yang bertanggung jawab atas pertumbuhan dan perkembangan kuncup pengecap agar berfungsi normal.

Akibatnya, penurunan kadar zinc membuat anak mengalami hypogeusia (penurunan kepekaan rasa manis, asam, pahit, asin) atau dysgeusia (rasa makanan berubah menjadi aneh, hambar, atau bahkan terasa logam/busuk). Pantas saja anak menolak makan, karena makanan favoritnya pun tiba-tiba terasa tidak enak di lidah mereka.

Kabar baiknya, gangguan rasa ini bisa diperbaiki. Penelitian menunjukkan bahwa suplementasi zinc terbukti efektif mengembalikan fungsi indra perasa pada pasien yang kekurangan zinc. Untuk memastikannya, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan Zinc (Seng) Serum di laboratorium. Jadi, jika si kecil mulai melakukan aksi mogok makan yang tidak wajar, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter anak dan mengecek kadar zinc-nya.

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA