Inspirasi Sehat

Ramadan vs Radikal Bebas

Mon, 17 Mar 2025

Sahabat PRAMITA, bulan Ramadan bukan hanya waktu untuk meningkatkan keimanan, tapi juga jadi ajang memperbaiki pola hidup. Selain mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, ternyata puasa Ramadan punya pengaruh besar untuk tubuh, khususnya dalam menurunkan beberapa parameter stres oksidatif.

# Apa Itu Stres Oksidatif?
Stres oksidatif terjadi ketika tubuh memiliki terlalu banyak radikal bebas yang merusak sel-sel tubuh. Efeknya bisa memicu penuaan dini hingga penyakit kronis. Nah, puasa Ramadan membantu mengurangi kadar stres oksidatif dengan cara unik: memperbaiki pola makan dan menurunkan paparan zat-zat yang merusak tubuh.

# Penelitian Menarik tentang Puasa Ramadan
Sebuah studi melibatkan 14 relawan sehat (9 pria, 5 wanita) menunjukkan hasil menarik. Pengukuran dilakukan dua hari sebelum Ramadan, lalu pada hari ke-14 dan ke-28 Ramadan. Hasilnya? 
- Penurunan Glukosa dan Trigliserida: Kadar gula dan lemak dalam darah menurun signifikan pada hari ke-28 Ramadan.  
- Stres Oksidatif Menurun: Malondialdehyde (MDA), indikator stres oksidatif, juga menurun dalam eritrosit (sel darah merah).  
- Keseimbangan Vitamin Lebih Baik: Kadar karotenoid dalam plasma meningkat, yang artinya tubuh lebih terlindungi dari kerusakan sel.


# Kesimpulan Studi
Meski sebagian besar parameter biokimia tubuh tidak berubah secara signifikan, puasa Ramadan terbukti memberi manfaat bagi kesehatan sel tubuh dengan mengurangi kerusakan akibat stres oksidatif dan menurunkan kadar gula serta trigliserida. Ini jadi alasan tambahan untuk menjalani puasa dengan penuh semangat!

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA