Inspirasi Sehat

Tren Biohacking: Niat Sehat Paripurna, Hati Malah Merana

Fri, 12 Jun 2026

Belakangan ini, tren biohacking semakin populer di kalangan generasi muda. Biohacking adalah sebuah praktik memodifikasi gaya hidup, pola makan, hingga biologi tubuh secara mandiri dengan tujuan mengoptimalkan fungsi dan energi tubuh. Salah satu cara yang paling sering dilakukan dalam tren ini adalah mengonsumsi banyak jenis vitamin, mineral, hingga suplemen herbal setiap hari dengan harapan mendapat kesehatan yang maksimal.

Meskipun niatnya baik untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan, konsumsi suplemen tanpa aturan yang jelas justru bisa berbahaya. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa vitamin dan mineral dalam dosis tinggi dapat bersifat racun bagi tubuh. Sebagai contoh, konsumsi vitamin A dan Niacin (Vitamin B3) dalam dosis yang sangat tinggi terbukti dapat memberikan efek hepatotoksik atau meracuni organ hati.

Ketika Anda menelan terlalu banyak suplemen setiap harinya, organ hati harus bekerja jauh lebih keras untuk menyaring dan menetralisir semua zat kimia tersebut. Beban kerja yang terlalu berat ini dapat memicu kondisi yang disebut Drug-Induced Liver Injury (DILI), yaitu cedera atau kerusakan pada jaringan hati akibat konsumsi obat atau suplemen berlebih. Bukannya menjadi lebih sehat, organ vital Anda justru mengalami peradangan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui batas aman asupan harian tubuh Anda dan tidak mudah tergoda oleh tren kesehatan yang ekstrem. Jika Anda rutin mengonsumsi berbagai suplemen, sangat disarankan untuk memantau kondisi kesehatan organ hati Anda. Anda dapat melakukan evaluasi melalui item pemeriksaan fungsi hati, seperti SGOT, SGPT, dan Gamma-GT. Melalui item pemeriksaan tersebut, Anda bisa mengetahui apakah organ hati Anda masih bekerja dengan normal atau sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

Kembali ke indeks
Customer Service
Layanan Whatsapp
SAPA PRAMITA