Waspadai Jantung Koroner

Waspadai Jantung Koroner


Pemeriksaan Profil lemak yang terdiri dari Kolesterol Total, HDL, LDL, dan Trigliserida merupakan pemeriksaan yang banyak digunakan sebagai pemeriksaan awal akan resiko Penyakit Jantung Koroner (PJK). Namun ada beberapa pemeriksaan laboratorium yang dapat memberikan informasi akan faktor lain yang perlu diwaspadai dari penyakit ini.
Apo B (Apolipoprotein B)

Apolipoprotein B/Apo B atau disebut juga Apo B-100) merupakan protein yang terlibat dalam metabolisme lemak dan merupakan unsur protein utama dari lipoprotein seperti LDL (very Low Density Lipoprotein) dan LDl (Low Density Lipoprotein). Rasio antara Kolesterol LDL dan Apo B dikenal sebagai small dense LDL yang sangat aterogenik (dapat menyebabkan aterosklerosis). Small Dense LDL LDL berukuran kecil dan padat yang sangat mudah menyusup ke dinding arteri dan teroksidasi untuk kemudian menumpuk dan pada akhirnya menyebabkan kebuntuan pembuluh darah arteri . Pembuluh darah yang tersumbat akan menyebabkan aliran darah menjadi tidak lancar bahkan terhenti.

hs-CRP (High Sensitivity C-Reactive Protein)
Selain karena penumpukan lemak, Aterosklerosis juga bisa dipicu karena adanya peradangan (inflamasi) dalam dinding pembuluh darah yang berlangsung lama. Peradangan ini ditandai dengan peningkatan kadar C-Reactive Protein (CRP). CRP adalah suatu protein yang diproduksi oleh hati dan saat terjadi infeksi. Pada perkembangan aterosklerosis, peningkatan kadar CRP jauh lebih kecil . High-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP) mengukur jumlah rendah CRP dalam darah. Tes ini membantu untuk menemukan risiko masalah jantung . Kadar CRP yang rendah memberikan gambaran akan adanya peradangan yang seringkali berlangsung lama dan berhubungan dengan meningkatnya resiko penyakit jantung koroner.

Dengan demikian, pemeriksaan Apo B dan hs-CRP yang dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan profil lemak dapat memperkirakan risiko PJK secara lebih baik.