Serangan Jantung Saat Berolahraga

Serangan Jantung Saat Berolahraga


Beberapa kali kita membaca berita, bahwa ada seorang atlet meninggal dunia ditengah pertandingan yang dijalaninya. Hal yang menyedihkan sekaligus memantik rasa ingin tahu, mengapa serangan jantung menyerang atlit yang tentunya sangat disiplin dalam menjaga gaya hidup sehat baik olahraga maupun asupan gizi yang dikonsumsinya.
Penyebab pertama dari serangan jantung pada atlet adalah aktifitas fisik berlebihan dan menimbulkan apa yang disebut sebagai kardiomiopati hipertrofi. Kardiomiopati hipertrofi adalah kondisi pada saat salah satu bagian dari jantung menebal tanpa sebab yang jelas yang menyebabkan jantung tidak bisa memompa darah secara efektif. Komplikasi yang ditakutkan adalah gagal jantung, detak jantung yang tidak biasa, sampai kematian mendadak.
Berolahraga secara normal sangat bermanfaat bagi jantung. Otot jantung yang dilatih secara rutin dan dalam intensitas normal akan berkembang. Yang berbahaya adalah bila seseorang melakukan aktivitas fisiknya secara berlebihan sehingga terjadi kardiomiopati hipertrofi yang bisa menyebabkan kematian.

Saat ini penerapan sport science sudah menjadi standard bagi atlet profesional. Sport science akan memberikan informasi ukuran latihan fisik yang aman dan efektif , pengaturan masa istirahat dan asupan gizinya, bilamana diperlukan pemeriksaan laboratorium secara menyeluruh juga dilakukan untuk mendeteksi penyakit potensial berbahaya pada atlet.
Medical check up rutin sangat diperlukan untuk kesehatan. Menyambut HUT ke-31 PRAMITA, dapatkankeringanan biaya 30% semua pemeriksaan (syarat dan ketentuan berlaku) untuk registrasi pada tanggal 3 sampai 6 Oktober 2018.