Kurang Darah dan Darah Rendah sama gak sih?

Kurang Darah dan Darah Rendah sama gak sih?


Kurang darah atau anemia adalah suatu kondisi saat jumlah sel darah merah kurang dari jumlah normal atau saat kandungan hemoglobin rendah. Protein ini membantu sel-sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Pada anemia , seringkali gejala yang dirasakan adalah tubuh terasa lelah , lemah, pusing, sakit kepala atau bahkan sesak nafas . Hal ini disebabkan karena tubuh tidak cukup mendapatkan suplai oksigen yang cukup.
Adapun hipotensi atau tekanan darah rendah adalah keadaan saat tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal . Saat darah melalui pembuluh arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, dan tekanan tersebut yang kemudian yang dinilai sebagai tekanan darah.

Cukup banyak kemiripan gejala antara kurang darah dan tekanan darah rendah. Pada penderita tekanan darah rendah, sering ditemukan gejala jantung berdebar kencang atau tidak teratur, pusing, lemas, mual . Hal ini menunjukkan bahwa bersandar pada gejala saja tidak dapat menentukan secara pasti diagnosis suatu penyakit.
Tekanan darah rendah secara umum dapat dijumpai pada faktor usia, pengobatan, rutinitas fisik rendah atau penyakit tertentu. Pengobatan seperti antidepresi , anti hipertensi seperti aplha bloker, beta blocker atau ACE inhibitor adalah contoh hipotensi yang disebabkan karena pengobatan.

Penilaian mengenai asupan makanan , atau hadirnya penyakit tertentu adalah langkah yang perlu dijalankan sembari melakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium. Tes jantung seperti EKG, Treadmil atau Echocardiogram perlu dilakukan pada pasien hipotensi untuk mendeteksi keabnormalan struktur jantung, masalah suplai oksigen dan darah ke otot jantung, serta detak jantung yang tidak teratur dengan ditambahkan pemeriksaan tensimeter. Tes kadar gula juga dianjurkan untuk mengetahui kemungkinan penyebab hipotensi karena penyakit metabolik.
Pada kurang darah, dianjurkan melakukan pemeriksaan penyaring seperti hematologi lengkap, hapusan darah dan retikulosit yang bilamana perlu dapat dilanjutkan ke pemeriksaan ulangan yang lebih mendalam seperti hematologi lengkap, hapusan darah , Retikulosit, SI,TIBC, Asam Folat, G6PD, Hb Elektroforesis, SGOT, dan SGPT.