AWAS! Efek Celana Ketat

AWAS! Efek Celana Ketat


Penggunaan celana ketat dipercaya akan membuat perempuan terlihat lebih langsing dan juga seksi. Namun yang perlu diperhatikan adalah penggunaan celana ketat dapat mengundang ancaman kesehatan berujung derita berkepanjangan.

Derita tersebut dapat muncul dengan nama compartment syndrome , yaitu sindrom yang terjadi ketika ada tekanan besar dalam kompartemen otot yaitu sekelompok jaringan otot, pembuluh darah dan syaraf di lengan dan kaki yang dikelilingi oleh membran yang sangat kuat yang disebut fasia. Penggunaan celana ketat akan menyebabkan bendungan bagi aliran darah sebagaimana dikutip dari NYC Surgical Associates.
Penggunaan celana ketat juga bisa menyebabkan paresthesia dengan gejala rasa sakit, kesemutan atau rasa panas seperti terbakar yang terjadi karena terganggunya syaraf tepi. Sebagai gambaran, gejala yang disebabkan paresthesia sangat mirip dengan rasa kesemutan dan sakit saat kita duduk dalam posisi kaki ditekuk dalam waktu lama.
Penggunaan celana ketat juga rentan menyebabkan gangguan kulit seperti eksim, jamur dan iritasi kulit yang dikarenakan meningkatnya kelembaban kulit. Sementara itu iritasi kulit bisa terjadi karena gesekan celana dengan kulit.
Penderita keputihan sangat tidak disarankan untuk menggunakan celana ketat yang dapat memperparah keluhannya tersebut. Peningkatan kelembaban pada vagina akan memperparah keputihan. Penelitian juga menunjukkan adanya korelasi antara penggunaan celana ketat dengan terjadinya nyeri punggung.

Bagi Pria, penggunaan celana ketat juga bisa mengancam kesehatan reproduksi. Celana ketat (termasuk celana dalam ketat) akan meningkatkan suhu disekitar buah zakar meningkat karena menempel pada tubuh. Peningkatan suhu ini akan mempengaruhi perkembangan spermatozoa yang berujung pada berkurangnya kesuburan pria. Penelitian dari The University of Sheffield menunjukkan dua hingga tiga juta pria di UK mengalami gangguan kesuburan karena penggunaan celana ketat.

Bila anda termasuk penggemar celana ketat, waspadai ancaman kesehatan diatas. sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium semisal analisis sperma pada pria untuk mengetahui kondisi sperma dan potensinya untuk melakukan pembuahan.