#SahabatPramita akhir-akhir ini kita sering mendengar tentang #PaleoDiet tetapi sudahkah Anda tahu tentang Paleo Diet?

Paleo diet (juga terkenal dengan nama caveman diet, stone age diet dan hunter-gatherer diet) merupakan diet nutrisional modern yang dirancang untuk sejauh mungkin tidak menggunakan makanan olahan modern.

Diet ini merekomendasikan agar tidak menggunakan jenis makanan yang tidak tersedia pada jaman paleolitik (singkatnya: jaman manusia purba) seperti: minyak olahan, susu olahan dan sebagainya. Paleo diet sendiri mulai populer di era 21.

Diet ini mengklaim bahwa metabolisme manusia belum mampu beradaptasi cukup cepat untuk menangani berbagai jenis makanan yang telah tersedia di awal munculnya era agrikultur (era pertanian), juga menambahkan bahwa manusia modern mengalami kesulitan dalam beradaptasi saat mengonsumsi makanan seperti gandum, nasi, susu olahan dan sebagainya.

Para pengikut paleo diet mengklaim bahwa mereka merasa lebih bahagia, lebih sehat, dan hidup lebih lama karena menjalankan diet tersebut. Namun diet ini juga dikritik oleh beberapa pihak. Diet ini gagal melihat bahwa pada jaman paleolitik, manusia di jaman tersebut juga telah mengonsumsi berbagai jenis padi-padian dan berbagai jenis kacang-kacangan ( Henry, Amanda; Brooks, Alison; Piperno, Dolores (2014). “Plant foods and the dietary ecology of Neanderthals and early modern humans”). Apa saja yang dikonsumsi saat melakukan Paleo Diet?

Berbagai jenis daging-dagingan, daging merupakan sumber protein utama bagi penganut diet ini. Mereka mengonsumsi daging tersebut tidak dengan menggunakan minyak olahan, beberapa dari mereka memikih untuk mengonsumsinya secara mentah.

Sayuran dan buah-buahan, sayur dan buah-buahan tersebut berfungsi sebagai serat yang berguna bagi sistem pencernaan. Mereka sama sekali tidak mengonsumsi berbagai jenis padi-padian sebagai asupan serat mereka.

Sayuran dan buah-buahan juga berfungsi sebagai asupan karbohidrat dalam diet ini. Paleo diet merekomendasikan untuk mengonsumsi karbohidrat dengan porsi yang lebih sedikit dibandingkan dengan protein dan serat.