Layanan Pemeriksaan Elektromedis


Layanan ini merupakan layanan pendukung yang cukup penting, sehingga layanan di Laboratorium Klinik PRAMITA bisa disebut layanan diagnosis satu atap (one stop services), bahkan Laboratorium Klinik PRAMITA adalah laboratorium klinik pertama di Indonesia yang memiliki konsep layanan terpadu dan paling lengkap.
Layanan Elektromedis meliputi :

Treadmill Test

Treadmill adalah pemeriksaan fungsi jantung dan paru dengan cara melakukan exercise atau latihan fisik dengan beban tertentu. Manfaat lain treadmill adalah untuk mengetahui kesegaran/kapasitas jantung dan paru, respon tekanan darah terhadap beban serta ada tidaknya gangguan irama jantung. Pemeriksaan treadmill ini bukan hanya untuk penderita namun juga bisa digunakan sebagai sarana diagnostik untuk mendeteksi secara dini adanya penyakit jantung koroner maupun gangguan irama jantung.


 

 

 

 

 

 

 

 


Electrokardiografi (EKG)

Elektrokardiografi adalah rekaman aktivitas listrik jantung atau bioelektrikal pada jantung yang digambarkan dengan sebuah grafik EKG. EKG ini merupakan rekaman informasi kondisi jantung yang diambil dengan memasang elektroda pada badan. Rekaman EKG ini digunakan oleh dokter atau ahli medis untuk menentukan kondisi jantung.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Holter Monitoring (EKG 24 jam)

Holter monitoring merupakan pemeriksaan ECG/EKG yang dilakukan terus menerus selama 24 jam untuk mengetahui secara pasti perubahan dan fluktuasi kondisi jantung.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Echocardiografi (USG Jantung)

Ekokardiogram (juga disebut gema) adalah jenis tes USG yang menggunakan gelombang suara bernada tinggi yang dikirim melalui perangkat yang disebut transducer. Perangkat mengambil gema dari gelombang suara saat mereka memantul dari bagian yang berbeda dari jantung Anda. Gema ini diubah menjadi gambar bergerak jantung Anda yang dapat dilihat pada layar video.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

♦ Pemeriksaan Faal Paru (Autospirometri)

Pemeriksaan spirometri digunakan untuk mengetahui adanya gangguan di paru-paru dan saluran pernapasan. Alat ini sekaligus digunakan untuk mengukur fungsi paru. Pasien yang dianjurkan untuk melalukn pemeriksaan ini antara lain : pasien yang mengeluh sesak napas, pemeriksaan berkala bagi pekerja pabrik, pederita PPOK, penyandang asma, dan perokok.

 

 

Pemeriksan Syaraf/Brain mapping (EEG)

Elektroensefalografi adalah metode neurofisiologis khusus yang mencatat aktivitas listrik otak melalui elektroda ditempatkan pada kulit kepala (yang merupakan bentuk yang paling umum digunakan) atau subdural atau di dalam otak (yang digunakan dalam penyusunan preoperatif pasien dengan epilepsi). Diagram yang dihasilkan dikenal sebagai electroencephalogram (EEG).


 

 

♦ Pemeriksan Pendengaran (Audio-tymphanogram)

Audiometer adalah alat untuk mengukur nilai ambang pendengaran. Sedangkan audiometry adalah tes atau pemeriksaan yang menggunakan alat audiometer dalam arti lain audiometry adalah test atau pemeriksaan yang digunakan untuk mengukur nilai ambang pendengaran. Nilai ambang pendengaran adalah suara yang paling lemah yang masih bisa di dengar oleh telinga.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

♦ Transcranial Doppler (TCD)

TCD (Transcranial Doppler) merupakan teknologi baru untuk membantu menilai kondisi pembuluh darah otak sebagai upaya pencegahan (pre stroke), diagnosis (saat terjadi stroke), dan menilai hasil terapi (post stroke). TCD menggunakan teknologi ultrasonografi non invasif yang mempunyai kemampuan untuk mengukur kecepatan dan arah aliran pembuluh darah di otak.




 

 

 

 

 

 

 

 

♦ Bone Densitometry

Pemeriksaan Bone Densitometry yaitu pemeriksaan densitas (kepadatan) tulang dengan menggunakan alat Densitometer. Pengeroposan tulang(osteoporesis) adalah keadaan dimana terjadi penurunan kepadatan tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Keropos tulang dapat terjadi pada usia produktif dan pada usia lanjut. Pola makan seimbang, pola hidup sehat dan kecukupan asupan kalsium dapat mencegah terjadinya pengeroposan tulang (osteoporosis).



 

 

 

 

 

 

 

 

 

♦ Electromyography (EMG)

Elektromyografi adalah sebuah metode elektrofisiologi dalam diagnosis neurologis, di mana aktivitas otot listrik diukur. Pemeriksaan ini untuk mendeteksi kondisi dan fungsi otot apakah ada kelainan atau tidak dengan mengukur aktifitas listrik otot. Pemeriksaan ini menggunakan alat yang canggih dan dilakukan langsung oleh dokter spesialis syaraf untuk mendapatkan hasil yang akurat.