Stop Tidur Setelah Sahur

Tidur

Saat bulan Ramadhan, terjadi perubahan pola makan dan istirahat dimana dianjurkan untuk melaksanakan sahur . Godaan terbesarnya adalah menahan kantuk setelah sahur , padahal langsung tidur setelah sahur akan mengundang penyakit mengancam.


Lambung akan langsung bekerja mencerna makanan menjadi sari-sari makanan yang kemudian akan diubah menjadi energi. Butuh waktu 2 jam bagi sistem pencernaan untuk melakukan proses ini. Proses pencernaan ini membutuhkan pasokan darah , sehingga aktivitas berat seperti berolahraga tidak dianjurkan untuk dilakukan setelah makan.

Namun tidur segera setalah sahur juga bukanhal yang dianjurkan. Selama tidur, hanya otak, jantung dan paru-paru yang tetap melakukan aktivitas secara normal , dimana fungsi tubuh yang lainnya mengalami perlambatan . Tidur setelah makan hanya akan membuat makanan tak bisa dicerna optimal karena kinerja pencernaan tak maksimal saat tidur. Akibatnya, kalori makanan akan kemudian disimpan dalam bentuk lemak yang berarti resiko obesitas semakin besar.

Untuk mempercepat proses pencernaan , lambung akan meningkatkan produksi asam lambung dimana asam lambung ini dapat mengalir balik ke kerongkongan pada saat tidur . Hal ini dapat mengikis lapisan dinding kerongkongan dan menyebabkan luka di kerongkongan. Ini dapat bisa menyebabkan perut mulas, nyeri ulu hati, dan sensasi panas perih seperti terbakar pada dada hingga tenggorokan atau yang bisa disebut juga dengan heart burn.

Resiko lain dari melambatnya kinerja organ pencernaan adalah terjadinya sembelit . Hal ini terjadi karena makanan tak kunjung dicerna dengan baik sehingga menumpuk di usus. Tumpukan makanan didalam ususinilah yang berpotensi untuk menimbulkan sembelit.

Agama mengajarkan untuk banyak melakukan kegiatan ibadah selepas sahur . Sholat dan mengaji akan membantu kita untuk tetap terjaga yang berarti memberi kesempatan tubuh melakukan fungsinya dengan sempurna. Pada ujungnya, Puasa di bulan Ramadhan akan menambah pahala, juga membuat tubuh semakin sehat.