Hoax : Mentimun Menyebabkan Keputihan

Siapa yang tak mengenal mentimun ? Mentimun hadir di hidangan sayur , rujak , atau bahkan dibuat jus. Mentimun juga bisa diblender dan digunakan sebagai masker wajah. Entah apa salah dan dosa dari Mentimun sehingga banyak perempuan menyebutnya sebagai penyebab “becek” , bahkan keputihan . Betulkah anggapan tersebut?

Yang perlu diketahui adalah vagina secara normal mengeluarkan lendir yang tidak berwarna dan tidak berbau serta tidak menyebabkan gatal.  Banyak sedikitnya lendir yang dikeluarkan sangat terpengaruh pada hormon perempuan tersebut. Ini menjelaskan mengapa menjelang haid, lendir menjadi relatif lebih banyak. 

Keputihan terjadi bilamana ada kelainan yang terjadi, diantaranya adalah segala sesuatu yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon (stres, daya tubuh turun, kelelahan, kontrasepsi dan lain-lain), infeksi bakteri atau virus ( bisa karena kebersihan yang kurang, adanya luka pada vagina yang disebabkan karena digaruk/hubungan seksual , dan lain-lain) , atau ketidakseimbangan ph pada vagina. Keputihan inilah yang terasa gatal, panas, berbau dan keluhan lainnya. 

Mentimun adalah makanan yang sehat. Kandungan Kalorinya sangat rendah, hanya berkisar 15 mg per 100 gramnya serta kandungan lemaknya nol sehingga sangat aman bagi penderita obesitas. Mentimun juga mengandung lariciresinol, pinoresinol, dan secoisolariciresinol yang bermanfaat untuk mengendalikan bakteri dalam pencernaan untuk diubah menjadi enterolignans yang berfungsi mengatur keseimbangan hormon estrogen . Hormon estrogen yang seimbang akan mengurangi resiko kanker payudara, kanker usus, kanker ovarium, kanker rahim .

Mentimun mengandung phytoestrogen , estrogen alami yang bermanfaat untuk “meningkatkan gairah perempuan dewasa” . Seringkali inilah yang disalahpahami sebagai “becek”. Mentimun juga mengandung 95% kandungan air yang memperlancar keluarnya air kencing. Kurangnya kebersihan saat membersihkan organ vital , membersihkan dengan menggunakan sabun , Membilas vagina dari arah yang salah yaitu dari arah anus ke arah depan vagina atau membilas dengan cara menyemprotkan air langsung ke vagina akan mempermudah bakteri masuk dan menyebabkan infeksi yang berujung pada keputihan.

Bilamana keluhan keputihan yang mengganggu telah dirasakan, berkonsultasi pada dokter adalah langkah yang bijaksana. Bilamana diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan laboratorium sebagai penunjang. Pemeriksaan Urine Lengkap dapat digunakan untuk mengetahui adanya infeksi saluran kemih. Pemeriksaan VDRL dan TPHA juga bisa dilakukan saat ada kecurigaan adanya infeksi menular sexual. Pemeriksaan lainnya juga bisa dilakukan sesuai kondisi klinis pasien.

Mengkonsumsi mentimun sangat kaya akan manfaat bagi perempuan. Anggapan mentimun adalah penyebab keputihan hanyalah hoax semata. Menjaga kebersihan, menjauhi stres dan rutin untuk melakukan medical chek up adalah langkah yang dianjurkan supaya kesehatan tetap terjaga.