2.3 Juta Orang Meninggal Akibat Kerja

Data yang dilansir oleh oleh International of Labour Organization (ILO) pada tahun 2013 mengungkapkan bahwa dalam setahun terdapat 2.34 Juta orang meninggal dunia yang diakibatkan oleh penyakit kerja atau kecelakaan kerja. Di Indonesia, datanya masih sangat terbatas dan parsial sehingga belum bisa menggambarkan besarnya masalah keselamatan dan kesehatan kerja secara nyata.

Hal itu terungkap dalam seminar " Pengelolaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Untuk Meningkatkan Produktifitas Kerja" yang berlangsung di Hotel Crowne Plaza, Jl.Lembong Bandung, Kamis 4 Mei 2017. Acara tersebut diselenggarakan oleh Laboratorium Klinik PRAMITA dengan sejumlah narasumber, diantaranya adalah Direktur Operasional Laboratorium Klinik PRAMITA  Bapak. H. Harianto, Dr. Indra K Muhtadi (dokter yang juga pengasuh sejumlah talkshow kesehatan), Bapak Franseda ( Balai Kesehatan Provinsi Jawa Barat) dan Ibu Anik Widyastutik selaku Pimpinan  Laboratorium Klinik PRAMITA Cabang Ngagel Surabaya. 

Bapak Franseda mengungkapkan bahwa ILO juga mencatat, dari 2.34 juta kasus kematian akibat kerja tersebut, sebanyak 300 ribu kejadian disebabkan akibat 250 juta kecelakaan kerja. Dalam setahun didunia terjadi 340 juta kecelakaan kerja dan 160 juta orang menderita penyakit akibat kerja. Pekerja merupakan kelompok beresiko tinggi terhadap berbagai masalah kesehatan yang bisa disebabkan dari proses kerja, lingkungan kerja, dan perilaku pekerja. Pekerja tidak hanya beresiko menderita penyakit menular dan tidak menular, tetapi juga bisa menderita penyakit akibat kerja. 

Penyebab penyakit akibat kerja dibagi menjadi 5, yaitu :

  1. Golongan Fisika ( suhu ekstrem, bising, pencahayaan, vibrasi, radiasi penion dan non penion, serta tekanan udara )
  2. Golongan Kimia ( debu, uap, uap logam, gas, larutan, kabut, partikel nano, dll )
  3. Golongan Biologi ( bakteri, virus, jamur, bio aerosol, dll )
  4. Golongan Ergonomi ( angkat angkut berat, posisi kerja janggal, posisi kerja statis, gerak repetitif, penerangan, visual, display terminal, dll )
  5. Golongan Psikososial ( beban kerja kualitatif dan kuantitatif, organisasi kerja, kerja monoton, hubungan interpersonal, kerja shift, lokasi kerja, dll)

Direktur Operasional Laboratorium Klinik PRAMITA  Bapak.H. Harianto menuturkan penyakit yang diakibatkan karna kerja dapat dicegah melalui promosi kesehatandan pencegahan penyakit. Pemeriksaan Rutin berkala dapat digunakan untuk mendeteksi secara dini adanya penyakit akibat kerja sehingga penanganan secara dini dapat segera dilakukan, menghindarkan penyebab dan kerugian yang lebih besar. 

Untuk mendukung hal tersebut, Laboratorium Klinik PRAMITA yang berkonsep layanan diagnostik lengkap dalam satu atap menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan bagi calon pekerja dan juga bagi pekerja. Laboratorium Klinik PRAMITA juga menyediakan layanan in house, dimana pemeriksaan bisa dilakukan di area kerja, pekerja tidak harus datang ke kliniik atau Rumah sakit sehingga aktivitas pekerjaan tidak terganggu. Ini didukung oleh tekhnologi Digital dan modernyang memberikan hasil pemeriksaan dengan ketelitian dan akurasi tinggi.